MA Perintahkan Pos Kota Bayar Uang Pensiun 4 Wartawan Rp 862 Juta

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 14:24 WIB
Gedung Mahkamah Agung
Gedung MA (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan PT Media Antarkota Jaya atau harian Pos Kota terkait gugatan empat pensiunan wartawannya. Hakim memerintahkan Pos Kota membayar uang pensiun empat wartawannya.

"Mengadili menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi PT Media Antarkota Jaya tersebut," demikian bunyi putusan kasasi yang yang dikutip dari website MA, Rabu (17/3/2021). Putusan itu diketok oleh ketua majelis Maria Anna Samiyati dengan anggota Sugeng Santoso dan Fauzan.

Hal tersebut tertuang dalam putusan MA Nomor: 1420 K/Pdt-Sus-PHI/2020. MA telah memberitahukan putusan tersebut kepada pemohon maupun termohon kasasi.

Pada putusan tersebut, majelis hakim MA menolak kasasi yang diajukan oleh Dirut Media Antarkota Jaya. Hakim menilai Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak salah menerapkan hukum tersebut. Sekaligus memerintahkan pemohon kasasi untuk membayar uang pensiun dan pesangon empat mantan wartawannya dengan total sebesar Rp 862.650.584.

Lebih lanjut, kuasa hukum empat pensiunan wartawan Pos Kota, Boyamin Saiman, mengatakan, dengan ditolaknya kasasi Dirut Media Antarkota Jaya, perusahaan media harian Pos Kota, dan www.poskota.co.id, maka Boyamin meminta Dirut PT Media Antarkota (Azisoko, yang juga putra Harmoko--Menpen era Presiden Soeharto) segera melaksanakan putusan MA ini.

"Mendesak PT Media Antarkota Jaya segera membayarkan hak pensiun dan pesangon mantan wartawan tersebut karena sudah tertunggak cukup lama sejak Mei 2018," kata Boyamin dalam keterangan tertulisnya.

Adapun nama mantan wartawan dan hak pesangon yang dikabulkan majelis hakim MA berdasar putusan Nomor.16/Pdt-Sus-PHI/2020/PN.JKT.PST adalah sebagai berikut:

1. Abdul Haris Irawan (Penggugat I), jumlah total sebesar Rp 180.426.147,- (seratus delapan puluh juta empat ratus dua puluh enam ribu seratus empat puluh tujuh)

2. Sugeng Indarto (Penggugat II), jumlah total sebesar : Rp 249.215.000,- (dua ratus empat puluh sembilan juta dua ratus lima belas ribu rupiah)

3. Syamsir Bastian (Penggugat III), jumlah total sebesar: Rp 235.927.547,- (dua ratus tiga puluh lima juta sembilan ratus dua puluh tujuh ribu lima ratus empat puluh tujuh).

4. Warto Nur Alam (Penggugat IV), jumlah total sebesar Rp197.072.584,- (seratus sembilan puluh tujuh tujuh puluh dua ribu lima ratus delapan puluh empat rupiah).

Total sebesar Rp862.650.584.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) itu mengatakan, jika putusan inkrah MA tidak diindahkan, pihaknya akan melakukan upaya eksekusi sesuai ketentuan hukum berlaku, termasuk melakukan gugatan pailit.

"Kami menyadari saat ini industri koran sedang menurun, namun hal ini tidak menggugurkan hak pensiun dan pesangon dari mantan wartawannya karena apa pun keempatnya ikut membesarkan harian Pos Kota dan www.poskota.co.id dengan pengabdian menjadi wartawan Pos Kota di atas 25 tahun," ujar Boyamin.

(asp/fjp)