Eks Kajari Inhu Pemeras 64 Kepsek Divonis 5 Tahun Bui, PGRI: Sudah Adil

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 12:08 WIB
ilustrasi pungli (andhika-detikcom)
Foto ilustrasi pemerasan. (andhika/detikcom)
Pekanbaru -

Eks Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Indragiri Hulu, Riau, Hayin Suhikto divonis 5 tahun penjara karena terbukti terlibat pemerasan puluhan kepala sekolah. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai vonis itu sudah adil.

"Vonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa, itu bagus. Ini telah sesuai rasa keadilan," kata Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum PGRI Riau, Taufik Tanjung, kepada wartawan, Rabu (17/3/2021).

Taufik mengatakan vonis itu telah menjawab keresahan pihak sekolah. Dia mengatakan aksi pemerasan selama ini membuat aktivitas di sekolah terganggu.

"Keresahan para guru kita sudah terjawab. Semoga ini tak terulang lagi, ini pelajaran juga bagi guru-guru dalam menggunakan dana BOS, begitu juga dengan Kejaksaan," katanya.

Sebelumnya, Hayin Suhikto divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim di PN Pekanbaru. Hakim menilai Hayin terbukti memeras puluhan kepala SMP negeri di daerah tersebut.

Vonis Hayin dibacakan majelis hakim PN Pekanbaru pada Selasa (16/3/2021). Hakim yang diketuai Saut Maruli Pasaribu menilai Hayin melanggar Pasal 23 UU Tipikor dan Pasal 421 KUHP.

"Menyatakan, terdakwa Hayin Suhikto terbukti bersalah melakukan tindak pidana. Menghukum terdakwa dengan pidana 5 tahun penjara, dipotong masa tahanan," demikian putusan majelis hakim.

Selain Kajari, majelis turut menghukum dua anak buahnya di Kejari Inhu, yakni Kasi Pidsus Ostar Alpansari dan Kasubsi Febri, dengan hukuman 4 tahun penjara. Kedua anak buah Hayin itu dinilai terbukti terlibat pemerasan 64 kepala sekolah (kepsek) di Indragiri Hulu.

Simak juga video 'Oknum Jaksa Diduga Peras Kepsek di Inhu, Kejati Riau Turun Tangan':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/haf)