Round-Up

Kritik Gatot ke Moeldoko Disampaikan Lewat Nyanyian

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 06:48 WIB
Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat, Senin (7/9/2020). Deklarasi dilaksanakan di sebuah rumah, Kota Bandung, Senin (7/9/2020).
Gatot Nurmantyo (Foto: Yudha Maulana)
Jakarta -

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengkritik Kepala KSP Moeldoko yang terlibat manuver dalam gelaran kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang. Gatot menyampaikan kritikan itu melalui nyanyian.

Nyanyian itu disampaikan Gatot melalui video yang diunggahnya di Instagram resminya, Selasa (16/3/2021). Gatot awalnya berbicara terkait moralitas TNI.

"Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak masyarakat luas, para prajurit TNI dan purnawirawan TNI serta keluarganya semuanya untuk menilai ini dengan jernih. Mengapa? Bahwa bagi prajurit, masalah moral bukan sekadar ajaran tentang baik dan buruk," kata Gatot.

"Lebih dari itu adalah kondisi moral prajurit terkait erat dengan kondisi mental yang membuat prajurit tetap berani, tetap bersemangat, karena motivasi sungguh-sungguh pantang menyerah, tabah, sabar dalam melaksanakan tugas pokoknya, apa pun rintangan yang dihadapi itulah yang dikatakan moral," lanjutnya.

Gatot Nurmantyo kemudian menyatakan, untuk membentuk, menjaga, dan memelihara moral TNI, ada upaya-upaya dari hal kepemimpinan, yel-yel, hadiah hukuman, doa, hingga lagu-lagu. Gatot lalu menyanyikan lirik lagi yang menurutnya benar-benar melekat dalam jiwa seluruh lulusan akademi TNI di berbagai matra.

Lirik lagu yang dimaksud Gatot adalah 'Biar badan hancur lebur kita kan bertempur membela keadilan suci kebenaran murni. Di bawah Dwi Warna panji, kita kan berbakti mengorbankan jiwa dan raga membela Ibu Pertiwi. Demi Allah Maha Esa kami nan bersumpah setia membela nusa dan bangsa tanah tumpah darah'. Gatot menyebut dirinya mendapatkan lagu itu 40 tahun yang lalu ketika di akademi militer.

"Yang ingin saya sampaikan adalah sangat penting untuk menjaga moral prajurit, baik dalam situasi perang maupun damai," sebut Gatot.

Lantas, apa kaitannya cerita Gatot Nurmantyo dengan KLB Partai Demokrat yang melibatkan Moeldoko, mantan Panglima TNI itu? Simak berita selengkapnya.

Simak juga 'Bantah Brutalitas Era Jokowi, KLB Demokrat: Ini Murni Moeldoko':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2