Palang Merah Internasional Cek Warga Intan Jaya yang Sempat Diteror KKB

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 00:41 WIB
Palang Merah Internasional tiba di Intan Jaya (Dok istimewa)
Foto: Palang Merah Internasional tiba di Intan Jaya (Dok istimewa)
Intan Jaya -

International Committee of the Red Cross (ICRC) atau Palang Merah Internasional mendatangi Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kedatangan Palang Merah Internasional dalam rangka mengecek kondisi warga di sana.

"Kementerian Luar Negeri telah memberikan rekomendasi atas rencana kunjungan dua perwakilan Palang Merah Internasional ke Kabupaten Intan Jaya," kata Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan kepada detikcom, Selasa (16/3/2021).

Sandi menyebut rekomendasi kunjungan Palang Merah Internasional tertuang dalam surat Kemenlu RI Nomor D/00477/03/2021/65. Perwakilan Palang Merah Internasional langsung memantau kondisi warga di Sugapa, Intan Jaya.

"Selain mengecek kondisi warga, juga memberikan bantuan berupa rompi dan kaus dan masker untuk Palang Merah Indonesia (PMI) di sini, sembako seperti beras, gula, kopi, teh, minyak goreng, garam, ada juga kaus polos baru, obat-obatan untuk warga yang melintas di depan gereja," terang Sandi.

Palang Merah Internasional tiba di Intan Jaya (Dok istimewa)Foto: Palang Merah Internasional tiba di Intan Jaya (Dok istimewa)

Sandi menuturkan perwakilan Palang Merah Internasional akan menginap di Pastoran. "Penginapan disediakan oleh Gereja Katolik Sugapa," sambung dia.

Kegiatan Palang Merah Internasional di Sugapa berlangsung sejak pukul 09.30-15.00 WIT. Kunjungan perwakilan Palang Merah Internasional ini dikawal pihak kepolisian.

"Saya turut mendampingi, bersama Kapolsek Sugapa, Kasat Binmas, dan beberapa personel anggota Polres Intan Jaya," ujar Sandi.

Sebelumnya, situasi di Intan Jaya sempat memanas akibat aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB). Ratusan warga sempat mengungsi ke gereja.

Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan, menuturkan warga sempat beramai-ramai menuju gereja, tapi untuk mengamankan diri sesaat setelah kontak tempat aparat dengan KKB, bukan mengungsi.

"Warga tidak ada yang mengungsi, mereka hanya mengamankan diri ke gereja, karena takut jangan sampai menjadi korban. Karena beberapa waktu lalu sempat terjadi saling tembak dengan KKB," Kata Sandi Sultan ditemui di Mako Brimob Detasemen B Timika, Papua, Sabtu (13/3).

Sandi menambahkan saat ini warga yang mengamankan diri di beberapa tempat sudah pulang ke rumah masing-masing. Pihaknya mengaku saat ini tengah terus bekerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah untuk terus menjaga situasi kondusif di Intan Jaya.

"Warga Intan Jaya menginginkan pembangunan dan pelayanan pemerintah yang normal, sehingga kami menjamin keamanan para pejabat pemerintah. Hari ini Bupati rencananya ke Intan Jaya, tadi harusnya sama-sama saya. Tapi karena beliau sakit, beliau singgah berobat," tambah Sandi.

(aud/isa)