Polri Gelar Traffic Accident Analysis Kasus Pemobil Tabrak Pesepeda di HI Besok

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 21:37 WIB
Seorang pesepeda ditabrak mobil di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Jumat (12/3/2021). Saat ini pengemudi mobil telah ditangkap.
Foto: Pesepeda ditabrak mercy di Bundaran HI (istimewa)
Jakarta -

Polisi masih menangani kasus kecelakaan lalu lintas pengemudi mobil Mercy inisial MDA (19) yang menabrak pesepeda di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Polisi dijadwalkan menggelar traffic accident analysis (TAA) di lokasi kejadian esok hari.

"Iya betul besok pukul 06.00 WIB. Gabungan dari Penegakan Hukum (Gakkum) Polda Metro Jaya dan Korlantas," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi detikcom, Selasa (16/2/2021).

Sambodo mengungkap ada dua alasan TAA itu digelar pada pagi hari. Dia menyebut hal itu untuk menyesuaikan dengan waktu kecelakaan pesepeda ditabrak Mercy terjadi.

"Pertama karena waktu di TKP-nya pukul 06.00 WIB. Kedua karena di pukul 06.00 WIB mudah-mudahan tidak terlalu ramai, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas," terang Sambodo.

Sambodo kemudian sedikit menjelaskan perihal metode TAA yang akan digelar polisi besok. Menurutnya, lewat metode TAA itu pihaknya akan menggali secara detail urutan peristiwa kecelakaan tersebut.

"TAA itu adalah traffic accident analysis. Jadi menganalisa kecelakaan lalu lintas. Nanti berdasarkan TAA bisa terlihat posisi awal, posisi akhir, kemudian nanti akan dibuat animasinya di mana terjadinya kecelakaan tersebut. Kemudian dihitung kecepatannya saat, sebelum dan setelah kejadiannya kecelakaan," terang Sambodo.

Dia menambahkan tiap pergerakan dari pelaku dan korban dari kecelakaan pesepeda ditabrak Mercy akan dianalisis sehingga bisa lebih membuat terang benderang perkara tersebut.

"Untuk membuat terang benderang perkara dengan menggunakan scientific investigation," ujarnya.

MDA (19), pengemudi mobil Mercy yang menabrak lari pesepeda di HI, Jakarta Pusat telah ditetapkan sebagai tersangka. MDA telah ditahan polisi atas kasus kecelakaan tersebut.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (12/3) pagi. Pemobil melarikan diri setelah menabrak korban. Pengemudi mobil Mercy tidak berupaya menolong setelah menabrak korban, melainkan malah kabur.

MDA dijerat dengan Pasal 310 ayat (3) dan Pasal 312 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pengemudi Mercy terancam hukuman penjara 5 tahun atas kejadian tersebut

(ygs/zak)