Ngamuk dan Tunjuk Hakim Saat Sidang HRS, Ini Penjelasan Novel Bamukmin

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 20:33 WIB
Jakarta -

Tim pengacara Habib Rizieq walk out dalam persidangan kasus tes swab di RS Ummi Bogor. Salah satu tim pengacara Habib Rizieq, Novel Bamukmin, sempat berteriak dan menunjuk hakim saat walk out.

Novel mengatakan sikapnya itu bentuk kemarahan kepada hakim karena permintaan tim pengacara untuk Habib Rizieq hadir tidak didengarkan. Novel mengatakan, jika alasan aturan protokol kesehatan, Habib Rizieq bisa memenuhi itu aturan itu.

"Ini kan kita sudah berkali-kali meminta kepada hakim dengan penjelasan sejelas-jelasnya agar Habib Rizieq dihadirkan sesuai dengan ketentuan UU yang ada. Kalau alasan prokes saya juga sampaikan dalam persidangan agak sedikit keras meninggi suara saya alasannya apaan, kan kita justru hampir 40 orang tim advokasi rapat-rapat juta. Sangat rapat berada di bangku penasehat hukum," kata Novel ketika dihubungi, Selasa (16/3/2021).

"Begitu juga pengunjung. Nah Habib Rizieq kalau dihadirkan di sidang itu sangat jauh, Habib Rizieq pakai masker, hand sanitizer, dipastikan di swab, itu kan aman kalau alasan seperti itu," lanjutnya.

Kemudian, lanjut Novel, Habib Rizieq juga telah menyampaikan keberatannya atas sidang virtual. Namun Novel mengatakan hakim tak kunjung mempertimbangkan, dan akhirnya mereka keluar.

"Kemudian virtual yang sangat terganggu, terputus-putus, saya sudah lihat Habib Rizieq bilang kadang tidak terdengar. Nah itu tidak dikabulkan oleh hakim, Habib Rizieq juga keberatan, kalau terdakwa keberatan hakim harus dengar, karena ini menentukan nasib terdakwa bukan nasib pengacara, penasihat hukum, atau hakim. Sidang virtual itu satu kata terlewat itu sangat membahayakan, karena menentukan nasib orang. Begitu kita sampaikan alasannya sangat ngotot menyampaikan tidak didengar akhirnya kita keluar," ucapnya.

Namun kemarahan Novel memuncak saat mereka walk out. Novel mengatakan dia mengamuk saat layar Habib Rizieq dimatikan.

Sebelum dimatikan, Novel mengaku sempat mendengar percakapan kalau polisi meminta Habib Rizieq tetap di tempat. Padahal, kata Novel, Habib Rizieq juga hendak ke luar ruangan ketika para tim pengacara keluar ruangan.

"Nah, pas saya keluar, saya ngamuk, karena Habib Rizieq diintervensi, jadi ketika kita walk out Habib Rizieq juga walk out. Nah, ketika Habib Rizieq walk out itu dihalang-halangi oleh polisi, kalau saya lihat saya duga ada pemaksaan agar Habib Rizieq tetap di situ, itu nggak boleh, itu hak terdakwa," ujarnya.

"Habib Rizieq marah-marah kan, ketika marah-marah dimatiin layarnya, nah saya ngamuk di situ, saya bilang nyalain, ini perbuatan zalim, saya nggak terima layar Habib Rizieq dimatiin, ada apa dengan Habib Rizieq nih, ini terjadi intervensi, intimidasi, saya ngamuk. Makanya saya marah banget itu klien saya, nggak boleh hak-haknya terzalimi, kami ini pengacara mendampingi agar hak-haknya itu terpenuhi," tuturnya.

Simak berita selengkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2