Anggota DPR ke Doni Monardo: di Jalan Banyak Gambar Bapak, Mau Nyalon?

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 18:04 WIB
Doni Monardo
Foto: Doni Monardo (Screenshot YouTube).
Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Rudi Hartono menyoroti sosok Doni Monardo yang kerap tampil dalam kampanye terkait protokol kesehatan (prokes). Ia pun mempertanyakan anggaran dari kampanye prokes yang menampilkan gambarnya itu.

Hal ini disampaikan Rudi saat Doni Monardo sedang menyampaikan kampanye terkait protokol kesehatan tidak boleh dihentikan meskipun sudah ada vaksinasi Corona. Doni meminta semua pihak tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Sedikit Pak Doni, saya ingat anggaran komunikasi publik, sedikit mau tanya kenapa terlalu banyak di TV-TV setiap jalan itu gambar-gambar Pak Doni itu? Apakah mau nyalon atau apa itu pak? Apakah itu anggaran komunikasinya dari situ?" kata Rudi dalam rapat kerja gabungan Mensos Tri Rismaharini dan Kepala BNPB Doni Monardo kepada wartawan, Selasa (16/3/2021).

Rudi heran saat melihat gambar Doni Monardo dalam sebuah layar besar di sekitar kawasan Thamrin, Jakarta. Ia pun mempertanyakan anggaran dana dari iklan di layar itu.

"Saya kan waktu pulang lewat Thamrin itu melihat ada layar besar, ini kok gambar Pak Doni Semua. Ke sana sedikit lagi deket PI, Pak Doni lagi gitu. Makanya siapa yang bayar pak, apakah dana iklan itu?" ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Doni Monardo mengatakan tidak tahu menahu adanya foto dirinya yang muncul dalam iklan di televisi. Ia menegaskan iklan terkait prokes tidak menggunakan uang anggaran sepeser pun.

"Saya tidak tahu pak, kalau mereka menayangkan ada foto saya video saya karena kita tidak pernah membayar secara langsung untuk program yang sifatnya itu sukarela pak, termasuk di televisi itu tidak bayar pak," ujar Doni Monardo.

"Jadi kalau bapak melihat dari awal, tidak ada 1 rupiah pun anggaran pemerintah untuk televisi, itu semuanya adalah iklan layanan masyarakat dan saya tidak pernah meminta diri saya untuk ditayangkan di televisi pak," sambungnya.

(hel/gbr)