Kepala BNPB Ungkap Tren Bencana Naik di Rapat DPR, Harap Anggaran Ditambah

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 16:22 WIB
Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja gabungan bersama Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan Kepala BNPB Doni Monardo. (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Foto: Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja gabungan bersama Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan Kepala BNPB Doni Monardo. (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Jakarta -

Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja gabungan bersama Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan Kepala BNPB Doni Monardo. Rapat membahas soal anggaran penanggulangan bencana.

Rapat digelar secara fisik dan virtual di ruang rapat Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Selasa (16/3/2021). Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto. Dalam paparannya, Doni Monardo mengatakan tren bencana alam di Tanah Air setiap tahunnya meningkat.

"Dapat kami sampaikan bahwa, secara umum, tren bencana setiap tahun semakin meningkat. Namun pada tahun 2020 kejadian bencana alam mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akan tetapi muncul kejadian bencana nonalam, yaitu pandemi COVID-19 yang dinyatakan sebagai bencana nasional," kata Doni di lokasi.

Menurutnya, di tahun 2020 ada sebanyak 2.991 bencana alam. Tahun 2019 ada 3.814 bencana alam.

Sedangkan, tahun 2021 hingga bulan Maret ini, tercatat 818 kejadian bencana alam. Doni menyebut bencana alam yang mendominasi yakni banjir.

"Sampai dengan pertengahan bulan Maret tahun 2021 ini, tercatat 818 kejadian bencana. Bencana hidrometeorologi yang mendominasi antara lain banjir menempati urutan pertama, diikuti puting beliung tanah longsor," ujarnya.

Sementara itu, Doni menilai pagu anggaran BNPB setiap tahunnya terus menurun. Padahal, ia mengatakan, tren bencana alam setiap tahunnya meningkat.

Doni menjelaskan tahun 2015 pagu anggaran BNPB tercatat sebesar 1,661 triliun. Tahun 2016 tercatat sebesar 1,653 triliun. Tahun 2017 tercatat 1,084 triliun. Tahun 2018 turun menjadi 748 miliar. Tahun 2019 tercatat turun menjadi 614 miliar. Tahun 2020 turun menjadi sebesar 430 miliar. Kemudian tahun 2021 sebesar 481 miliar.

"Rata-rata penurunan sebesar 22,08 persen setiap tahunnya. Sedangkan kejadian bencana menunjukkan tren yang meningkat secara signifikan setiap tahunnya sehingga terdapat kesenjangan yang cukup besar dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan ketersediaan sumber dan yang terbatas," ujarnya.

Doni kemudian berharap pagu anggaran BNPB dapat ditambah. Terlebih, ia mengatakan BNPB sedang berupaya melakukan penguatan kelembagaan.

"Diharapkan ke depan anggaran rutin BNPB dapat ditambah mengingat kebutuhan yang meningkat, rencana untuk penguatan kelembagaan, yaitu penambahan satu eselon 1, lima eselon 2, dan 7 UPT logistik. Kemudian, penataan jabatan fungsional bidang kebencanaan, penguatan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan," jelasnya.

(hel/gbr)