Wasiat Anton Medan ke Anak: Aktifkan Lagi Ponpes untuk Mantan Napi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 14:56 WIB
Prosesi pemakaman jenazah Anton Medan di area Masjid Tan Kok Liong Bogor (Sachril Agustin/detikcom)
Prosesi pemakaman jenazah Anton Medan di area Masjid Tan Kok Liong Bogor (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Ramdhan Effendi atau Anton Medan meninggal dunia. Sebelum wafat, mantan preman kelas kakap ini punya pesan terakhir untuk anak-anaknya.

Pesan terakhir Anton Medan itu diceritakan oleh menantu Anton Medan, Syamsul Bahri. Dia mengatakan pesan itu terkait Pondok Pesantren At-Taibin dan masjid Tan Kok Liong.

"Jadi dari pondok itu beliau ingin memotivasi para mantan napi dan eks preman supaya berubah. Berubah ke arah yang lebih baik dan meninggalkan stigma bahwa mantan napi bukanlah penjahat. Mantan napi bisa berubah, mantan napi bisa berguna untuk masyarakat," kata Syamsul Bahri, Selasa (16/3/2021).

Syamsul mengatakan Ponpes At-Taibin itu dibangun pada tahun 2000-an. Awalnya, ponpes itu ditujukan untuk mendidik dan melatih mantan narapidana dan preman agar punya kemampuan berwirausaha. Seiring berjalannya waktu, kata Syamsul, Ponpes At-Taibin berkembang dan dibuka untuk pendidikan umum mulai SD sampai SMA.

"Jadi banyak sekali orang-orang yang tidak sekolah tapi punya semangat yang tinggi, punya kemampuan berpikir yang tinggi akhirnya maju. Nah beliau ingin mewujudkannya dengan membuat pendidikan khusus. Didasari pada pendidikan agama terlebih dahulu. Jadi kalau agamanya bagus, insyaallah akhlak dan perkembangan orang itu akan bagus. Nah itu cita-cita beliau sebenarnya dari perjalanan hidup beliau," ujarnya.

Syamsul mengatakan Anton Medan juga mendirikan Masjid Tan Kok Liong di sebelah Ponpes At-Taibin. Dia mengatakan masjid ini sengaja didesain dengan nuansa Tiongkok, Arab, dan Eropa.

"Itu beliau bangun makam, yang beliau bangun dari 2005 lalu, 15 tahun yang lalu. Nah di makam itu, beliau sudah siapkan makam dengan maksud bahwa setiap perjalanan hidup manusia akan berakhir. Berakhir, dan sebaik-baiknya nasihat adalah kematian. Itu yang beliau sampaikan," ujar dia.

Tonton juga Video: Anton Medan Preman Kelas Kakap yang Hijrah Menjadi Pendakwah

[Gambas:Video 20detik]