Pemakaman Anton Medan di Masjid Tan Kok Liong Diwarnai Tangis Keluarga

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 10:37 WIB
Prosesi pemakaman jenazah Anton Medan di area Masjid Tan Kok Liong Bogor (Sachril Agustin/detikcom)
Foto: Prosesi pemakaman jenazah Anton Medan di area Masjid Tan Kok Liong Bogor (Sachril Agustin/detikcom)
Bogor -

Jenazah H Ramdhan Effendi atau dikenal Anton Medan dikebumikan di area Masjid Tan Kok Liong. Prosesi pemakaman diwarnai tangisan keluarga dan kerabat almarhum.

Pantauan detikcom, Selasa (16/3/2021), Anton Medan dimakamkan di area Masjid Tan Kok Liong, Jalan Kampung Sawah, Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor. Sebelum dimakamkan, jenazah Anton Medan disalatkan di dalam Masjid Tan Kok Liong sekitar pukul 09.20 WIB.

Keluarga dan kerabat Anton Medan ikut salat jenazah. Usai disalatkan, jenazah dibawa ke sebelah masjid untuk dimakamkan.

Liang lahat sudah disiapkan. Usai diangkut, keranda dibuka dan jenazah diangkut dan diturunkan ke dalam liang lahat.

Foto Anton Medan ikut dibawa keluarga saat prosesi pemakaman. Tak jarang, isak tangis terdengar saat Anton Medan dimakamkan.

Prosesi pemakaman jenazah Anton Medan di area Masjid Tan Kok Liong Bogor (Sachril Agustin/detikcom)Sebelum dimakamkan, jenazah Anton Medan disalatkan di dalam Masjid Tan Kok Liong sekitar pukul 09.20 WIB (Sachril Agustin/detikcom)

Usai ditaruh di liang lahat, jenazah Anton Medan diazankan. Setelah itu, liang lahat ditutup.

Isak tangis semakin terdengar saat liang lahat ditutup. Beberapa orang tampak menenangkan mereka yang menangis.

"Kamu kuat," ucap seorang ibu ke pria yang menangis sambil mengusap-usap kepalanya.

Usai liang lahat ditutup, makam Anton Medan pun ditaburi bunga oleh keluarga dan kerabat. Mereka pun mendoakan Anton Medan.

Anton Medan mengembuskan napas terakhir di kediamannya di wilayah Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/3) pukul 14.50 WIB. Pihak keluarga sempat membawa almarhum ke RSUD Cibinong sebelum kembali ke rumah duka sekitar pukul 17.15 WIB.

Anton Medan yang pernah menjadi Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dikenal kerap berdakwah dari lembaga pemasyarakatan (lapas) ke lapas. Anton Medan punya perhatian lebih kepada para napi karena juga sempat dipenjara dan mendapat hidayah di sana.

"Beliau ini kan terlahir dari keluarga miskin. Dulu beragama Buddha, pernah masuk penjara. Dari umur 12 tahun udah masuk penjara. Kalau dijumlah-jumlah itu ya 18 tahun 7 bulan almarhum pernah dipenjara dan dapet hidayahnya pada saat di penjara," kata Wakil Ketua Umum PITI Arta Dharmad saat ditemui di rumah duka, kemarin.

Simak video 'Cerita Detik-detik Akhir Hayat Anton Medan':

[Gambas:Video 20detik]



(sab/jbr)