Perusahaan Pastikan Urus Kepulangan Jenazah ABK yang Meninggal di Kapal Taiwan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 12:48 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi garis polisi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Satrian Ndikele, Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja anak buah kapal (ABK) di kapal Taiwan dikabarkan meninggal dunia. PT Anugerah Bahari Pasifik (ABP) di Pemalang, yang merupakan perusahaan yang memberangkatkan Satrian sudah mengurus kepulangan jenazah.

"PT Anugerah Bahari Pasifik (ABP) memastikan sudah mengurus kepulangan jenazah, Satrian Ndikele, anak buah kapal (ABK) asal Kendari, Sulawesi Tenggara, yang meninggal dunia di Taiwan," kata Direktur PT Anugerah Bahari Pasifik (ABP), Hengki Wijaya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/3/2021).

Hengki membantah pihaknya tidak bertanggungjawab untuk memulangkan jenazah Satrian. Dia juga menegaskan telah menginformasikan hal itu kepada keluarga Satrian.

"Begitu kami dapat kabar ada ABK kami yang meninggal, langsung kita informasikan ke pihak keluarga. Jadi tidak benar kalau kami (PT ABP) mengabaikan, tidak mengurus, apalagi tidak berkomunikasi dengan pihak keluarga," kata Hengki.

Hengki menjelaskan proses pemulangan jenazah Satrian tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Sebab, masih ada sejumlah kendala, salah satunya adanya pandemi COVID-19. Namun, dia memastikan, pihak agen Kapal Vanuatu di Taiwan telah menginformasikan, jenazah Satrian Ndikele akan dipulangkan ke tanah air pada Juli 2021.

"Tapi karena kondisi pandemi Covid-19, kapal belum diperbolehkan bersandar di pelabuhan untuk mengantarkan jenazah. Namun kami dari perusahaan yang memberangkatkan Satrian Ndikele sudah berupaya maksimal agar pemulangan jenazah bisa dipercepat," tutur dia.

Hengki berharap pihak keluarga tidak mengkhawatirkan kondisi jenazah Satrian. Menurutnya, jenazah Satrian disimpan dengan baik di kapal.

"Mohon untuk bersabar, karena kami pasti bertanggung-jawab mengurus kepulangan jenazah Satrian Ndikele. Kami sudah meminta agar agen kapal bisa bersandar di pelabuhan terdekat, sehingga jenazah cepat dipulangkan ke tanah air," imbuhnya.