Round-Up

Ibu yang Bawa Bayi ke Bui Hirup Udara Bebas Usai Asimilasi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 22:40 WIB
Konstitusionalitas Revisi UU ITE
Foto: Dok. detikcom
Banda Aceh -

Seorang perempuan di Aceh Utara, Isma Khaira, akhirnya bebas lewat jalur asimilasi. Isma akhirnya bisa menghirup lagi udara bebas.

Isma dibui saat dia dilaporkan ke polisi oleh kepala desa di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Bahktiar. Kades tidak terima Isma mengunggah video di media sosial dengan keterangan yang dianggapnya menyudutkan dirinya.

Rekaman video itu diambil pada Kamis (2/4/2020). Saat itu, Bahktiar bersama perangkat desa mendatangi rumah Isma untuk menyelesaikan masalah sengketa tanah.

Setelah tiba di rumah Isma, Bahktiar disebut mendapat makian dari suami Isma serta dipukul oleh Ibu Isma. Bahktiar tidak melawan dan memilih pergi dari lokasi.

Insiden itulah yang direkam oleh adik Isma yang kemudian disebar ke grup keluarga. Dari situ, Isma disebut mengambil mengunggahnya ke media sosial.

Isma disebut menulis keterangan video 'liat tngkah lku ghik lhpk han getem selesai msalah nak poh ureung2 ineng (Lihat tingkah laku kepala desa tidak mau selesaikan masalah malah memukul perempuan)'.

Bahktiar pun akhirnya mengetahui unggahan Isma. Dan, kemudian melapor ke polisi. Dia merasa difitnah terkait posting-an Isma.

Singkat cerita, kasus itu dilimpahkan ke PN Lhoksukon dengan nomor perkara 277/Pid.Sus/2020/PN Lsk pada Senin (9/11/2020). Persidangan berjalan hingga jaksa menuntut Isma dihukum 5 bulan penjara.

Jaksa menilai Isma bersalah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik sebagaimana dalam dakwaan melanggar Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Tuntutan itu dibacakan pada 2 Februari 2021.

Pada Senin, (8/2/2021), majelis hakim menyatakan Isma Khaira terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'dengan sengaja mentransmisikan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik' sebagaimana dalam dakwaan tunggal penuntut umum.