Round-Up

Ancaman Pecat Menunggu Anggota DPRD Maluku Tersangka Sabu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 21:32 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Kasus narkoba yang menjerat anggota DPRD Maluku dari Fraksi Demokrat, Wellem Zefah Wattimena (44) alias Wels, berbuntut panjang. Wels kini terancam dipecat.

Wels sebelumnya ditangkap tim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease di Bandara Pattimura-Ambon pada Senin (8/3/2021). Dua alat isap sabu disita polisi dari Wels.

"Barang bukti yang bersangkutan, satu laporan dari kapolresta dan tim bahwa positif dia amphetamine urinenya dan kedua barang bukti bong," kata Zainul di ruang kerja kantor BNN Maluku di kawasan Karang Panjang-Ambon, Selasa (9/3).

Zainul mengungkapkan, alat isap sabu yang dibawa Wels langsung diperiksa di laboratorium forensik di Ujung Pandang.

"(Barang bukti) ini kita ada waktu cek di laboratorium forensik di Ujung Pandang hasilnya akan dilaporkan ada berapa kadar residu di dalam bong," tutur dia.

Zainul mengatakan, dengan 2 alat bukti yang dimiliki polisi tersebut, sudah memenuhi unsur pasal 184 KHUP untuk dilakukan penahanan. Dia mengungkapkan, Wellem saat ini ditahan di tahanan Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease dan akan dipindahkan ke tahanan BNN Maluku.

"(Dua alat bukti) alat bukti positif yang sudah bersangkutan sudah memenuhi unsur Pasal 184 KUHP untuk kita melaksanakan penahanan. Inisial WZW. Di sana di polresta, ditahan. Nanti 3 hari kemudian kan ada surat pindah tahanan dari Kapolresta," pungkas Zainul.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Wels kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba. Dari hasil tes urine, Wels dinyatakan positif narkoba golongan 1.

"Sudah (tetapkan tersangka) sesuai dengan dua alat bukti yang sudah kita pegang sudah bisa menjadikan yang bersangkutan naik status tersangka. Alat bukti berupa tes urine dan alat isap," kata Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKP Mido J Manik saat dihubungi, Rabu (10/3).

Polisi menyebut Wels merupakan pemakai aktif narkoba. Dia disebut tidak terlibat jaringan narkoba.

"Karena kita dapat informasi, yang bersangkutan dari Jakarta ke Ambon dan bawang barang (sabu-sabu). Tidak ada jaringan, dia hanya pemakai aktif," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2