Pantang Menyerah, Mantan Karyawan Toko Sepatu Sukses Jadi Bos Sepatu

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 10:23 WIB
Toko sepatu
Foto: Shopee
Jakarta -

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kata-kata itulah yang sekiranya tepat untuk menggambarkan kisah Uda Irman, seorang mantan karyawan toko sepatu yang kini sukses menjadi pengusaha sepatu.

Irman, pada tahun 2000 masih menjadi seorang karyawan di toko sepatu orang. Namun di tahun itu pula ia mengambil langkah perubahan besar dalam hidupnya dengan membuat kue dan membuka kafe, namun kegagalan berulang kali datang kepadanya.

Orang lain mungkin akan menyerah setelah mengalami kegagalan, namun ia tidak, ia terus mencari pengalaman, menggali info, dan mencoba eksperimen desain personalnya. Meski telah berusaha sungguh-sungguh, keberuntungan masih belum berpihak kepadanya.

Memasuki tahun ke-6 ia kembali gagal, bisnisnya kembali tumbang. Lalu baru pada tahun 2015, Irman merambah lagi bisnis sepatu wanita dengan mendirikan POLLENZO, kali ini ia bawa ke ranah digital.

Saat itu pendekatan bisnisnya diawali secara massal di semua media sosial dengan penjualan kurang lebih 10 transaksi per harinya. Melihat teman-temannya mendapatkan lebih banyak pesanan, ia pun lantas bergabung ke platform e-commerce Shopee dan sekarang penjualannya meningkat 20 kali lipat dibanding awal buka.

"Memulai usaha itu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan butuh proses. Kita harus sabar, konsisten, fokus dengan tujuan, dan yakin dengan diri sendiri," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021).

Perjalanannya selama kurang lebih 5 tahun di Shopee membuahkan hasil. Usaha sepatu rumahannya yang berawal dari satu gudang kini telah berkembang menjadi tiga gudang di daerah Bogor. Ia juga berhasil menciptakan lapangan kerja untuk karyawan yang lebih banyak lagi, dari awalnya 5 orang hingga kini menjadi 25 orang.

"Perjalanan saya dari awal buka di Shopee hingga sekarang memang luar biasa, jika dibandingkan dengan awal buka, sekarang penjualan saya sudah naik 20 kali lipat. Tidak bisa di pungkiri saya juga dibantu sama Shopee untuk menaikkan penjualan dan mendapatkan eksposur dengan fitur-fitur yang ada di Seller Center," lanjutnya.

Menurut pria asal Ciomas, Bogor ini ada banyak fitur yang terdapat di e-commerce Shopee yang dapat mengembangkan bisnisnya. Mulai dari product insight, market input, flash sale, diskon ongkir, promo iklan, voucher toko, promo kampanye, dan masih banyak lagi.

Dua tahun lalu, POLLENZO mendapatkan order ekspor perdananya. Di masa pandemi ini, menurutnya program ekspor Shopee menjadi bentuk eksposur yang sangat bermanfaat untuk tetap dapat membuka peluang di tengah masa sulit.

Usai berhasil ekspor ke Singapura dan Malaysia, kini Irman juga telah mendapatkan pesanan dari Thailand. Bahkan, ia mengaku telah mendapatkan tawaran mengikuti program flash sale di Thailand. Ia pun sangat senang karena produknya kini bisa merambah pasar global, terlebih dengan tambahan negara-negara baru, seperti Vietnam dan Brasil.

"Program ekspor ini memainkan peranan penting terutama untuk UMKM lokal seperti saya agar terus naik kelas. Selain ada kebanggaan tersendiri melihat produk sepatu saya dari Ciomas, Bogor, yang kini sudah mendunia, ini juga menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi saya untuk bisa menciptakan model-model sepatu baru agar dapat terus dipercaya, dan membuktikan kalau barang-barang produksi dalam negeri nggak kalah berkualitas dari yang sudah ada di luar negeri," ungkapnya.

Sebagai informasi, program ekspor Shopee selaras dengan tujuan Shopee yang berkolaborasi dengan Sekolah Ekspor, asosiasi gabungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia serta Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (SMESCO) untuk mewujudkan 500.000 eksportir hingga tahun 2030. Program dimulai awal Maret 2021 yang juga didukung Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perdagangan.



Simak Video "Respons Shopee-Tokopedia soal Penjualan Invitation Clubhouse"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)