Tersangka Kasus Abaikan OJK Sadikin Aksa Diperiksa Bareskrim Hari Ini

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 09:50 WIB
Sadikin Aksa
Sadikin Aksa (Foto: SA1IMI)
Jakarta -

Eks Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa akan diperiksa Bareskrim Polri hari ini. Sadikin Aksa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pidana sektor jasa keuangan terkait PT Bank Bukopin Tbk.

"Insyaallah jadi," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika saat dihubungi, Senin (15/3/2021).

Helmy mengatakan Sadikin sudah mengonfirmasi dirinya bakal hadir kepada penyidik. Sadikin akan diperiksa pukul 10.00 WIB.

"Iya, jam 10 nanti. Sudah konfirmasi kehadiran ke penyidik," tandasnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan Sadikin Aksa sebagai tersangka pidana jasa keuangan. Ada 22 saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini per Jumat (12/3).

"Ada 22 saksi yang telah diperiksa terkait dengan kasus ini," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/3).

Dia mengatakan para saksi itu terdiri atas berbagai latar belakang. Namun Ramadhan tak menjelaskan apa saja materi pemeriksaan ke-22 saksi itu.

Sadikin Aksa disebut mengabaikan perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah berupaya menyelamatkan PT Bank Bukopin Tbk dari tekanan likuiditas.

"Atas perbuatan tersangka yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan Sadikin Aksa sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara. Hasilnya, penyidik berkeyakinan mengantongi alat bukti terkait perbuatan pidana yang diduga dilakukan Sadikin Aksa.

Diketahui, PT Bank Bukopin Tbk berstatus bank dalam pengawasan intensif OJK. Status itu disandang PT Bank Bukopin Tbk sejak Mei 2018.

Lihat juga video 'Oknum Pegawai Disdikbud Sulbar Ditahan, Diduga Korupsi DAK 2020':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)