Ketua RT: Pemilik Tanah yang Tutupi Akses Warga Sudah 9 Kali Diundang Mediasi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 16:10 WIB
Ketua RT 4 RW 3, Ciledug, Agus
Ketua RT 4 RW 3, Ciledug, Agus (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Akses keluar-masuk rumah Hadiyanti di Ciledug, Tangerang, ditutup tembok setinggi 2 meter. Ketua RT setempat, Agus, menjelaskan langkah mediasi sudah diupayakan, tapi pemilik tanah yang menutup akses rumah Hadiyanti itu tidak pernah datang saat diundang.

"Kalau soal mediasi kita sudah sampai Asda (asisten daerah). Kita panggil kelurahan, kita laporkan, 3 kali diundang kelurahan, Pak Rully (pemilik tanah) nggak hadir. Lurah lapor ke camat, Pak Camat adakan mediasi, undang semua (mulai dari) Pak Munir, perwakilan warga, beliau nggak hadir juga Pak Rully ini," kata Agus saat ditemui di rumahnya, Minggu (14/3/2021).

"'Urusan apa? Nggak ada urusan sama saya,' kata Pak Rully begitu selalu (saat akan diajak mediasi). Kemudian (saat diundang) camat nggak datang, kita langsung ke Asda, (kasih) undangan, tidak datang juga," lanjutnya.

Agus menyebut pihaknya, bahkan pemerintah setempat, sudah mengirim surat undangan. Total 9 kali undangan yang dikirimkan, tapi tidak ada sama sekali kehadiran pemilik rumah.

"Tiga kali 3, 9 kali dong (tak datang diundang). Lurah (undang mediasi pemilik tanah) 3 (kali), camat 3, Asda 3," ujarnya.

Agus mengatakan pemilik tanah itu sudah membangun tembok yang menutupi rumah Hadiyanti sejak Februari. Lalu, tembok itu sempat roboh, tapi dibangun kembali.

"Karena banjir itu, tembok pembatas tengah jalan itu, itu roboh. Betul, tembok yang luar itu roboh, lepas lah tembok itu karena pengaruh banjir. Nah karena itu roboh, si pemilik, yang merasa memiliki jalan, yang merasa memiliki jalan, itu menuduh si pemilik kolam renang yang merobohkan," jelasnya.

"Nah setelah kejadian roboh itu, kemudian pintu keluar 1,5 meter itu digembok sama Pak Rully. Nah berikut itu, setelah pintu 1,5 meter kolam renang (rumah Hadiyanti) ditutup, kemudian hari di depan dikasih pintu gerbang dan digembok kalau tidak salah. Habis itu yang bisa keluar ibu bidan (sebelah rumah Hadiyanti). Ibu bidan dikasih kunci katanya, katanya juga. Tapi si pemilik kolam renang (Hadiyanti) nggak dikasih kunci, makanya dia bikin tangga darurat," beber Agus.

detikcom telah mendatangi rumah pihak yang membangun tembok 2 meter hingga menutup akses jalan warga itu. Namun, pihak tersebut tidak bersedia memberikan keterangan.

Lihat Video: Akses Rumah Ditutup, Warga Ciledug Panjat Tembok 2 Meter

[Gambas:Video 20detik]



(sab/eva)