Gubernur Sumsel Minta Kaji Skala Prioritas Pembangunan di Muara Enim

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 20:21 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) menerima kedatangan Plh Bupati Muara Enim Nasrun Umar dalam rangka pemaparan usulan program strategis pembangunan di Kabupaten Muara Enim TA 2021. Menurut HD, paparan terkait usulan program strategis pembangunan tersebut sangat penting dilakukan.

Sebab selain untuk menyatukan persepsi dalam mendorong kemajuan Sumsel dan kesejahteraan masyarakat, hal itu juga sebagai langkah untuk membagi secara proporsional kue pembangunan melalui Bantuan Gubernur Khusus (Bangubsus).

"Ini sebagai upaya menyatukan persepsi pembangunan yang akan dilakukan, sehingga keinginan kita untuk menyejahterakan dan menekan angka kemiskinan ini dapat cepat tercapai. Dengan pembangunan yang merata, tentu kegiatan ekonomi masyarakat akan semakin menggeliat," ucap HD dalam keterangan tertulis, Jumat (12/3/2021).

Pada tahun 2021 ini, HD menyebut mengedepankan tiga kategori pembangunan yang akan dilakukan. Antara lain pembangunan infrastruktur mangkrak yang dapat diselesaikan tahun ini, pembangunan infrastruktur yang menjadi pusat perhatian dan bermanfaat, serta pembangunan infrastruktur yang memang dibutuhkan masyarakat.

"Program pembangunan tahun ini memang dibuat berbeda. Artinya saya ingin pembangunan ini keuangan yang mengikuti program. Program yang dipaparkan para bupati ini akan dikaji mana yang super prioritas, prioritas maupun reguler," terangnya.

Diketahui, berbagai program pembangunan yang saat ini tengah didorong oleh Kabupaten Muara Enim seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan taman, perbaikan gedung, penataan kota, aliran listrik hingga perbaikan kawasan pariwisata.

"Kabupaten Muara Enim ini memang terpusat di ibu kotanya. Bukan hanya jumlah penduduk yang banyak di ibu kota Muara Enim, sentra bisnis pun juga menggeliat di sana," ujarnya.

"Untuk itu, kawasan publik seperti taman memang dibutuhkan, namun memang harus terpelihara sehingga bisa terpakai jangka panjang. Ini yang harus dipikirkan sebelum pembangunan tersebut," bebernya.

HD mengatakan apalagi Kabupaten Muara Enim ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA). Tentunya persiapan harus terus dilakukan.

"Sebab itu juga persiapan matang harus dilakukan untuk PEDA nanti. Termasuk juga pasokan listrik, karena listrik ini juga dapat dimanfaatkan jangka panjang. Kita bisa berkoordinasi dengan PLN," katanya.

Dia juga bahkan mendorong untuk pembuatan flyover di Kabupaten Muara Enim sebagai langkah untuk mengurai kemacetan.

"Pembangunan ini dilakukan sebagai reward bagi masyarakat yang taat pajak. Terlebih, Muara Enim merupakan kota yang padat. Ini bisa dilakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan BUMN yang ada di Muara Enim. Artinya, pengembangan daerah juga harus dilakukan secara kolaborasi," paparnya.

Sementara itu, Plh Bupati Muara Enim Nasrun Umar mengatakan sedikitnya ada 31 kegiatan pembangunan yang diusulkan Pemkab Muara Enim kepada Gubernur Herman Deru dengan dana yang dibutuhkan dana sekitar Rp 105 miliar lebih.

"Usulan tersebut sudah kita iris menjadi beberapa bagian di antaranya sangat super prioritas, super prioritas, prioritas dan reguler. Semoga ini bisa mengubah wajah Kabupaten Muara Enim," ungkapnya.

(fhs/ega)