Mandra, Penjambret Ibu-ibu yang Videonya Viral Didor Polrestabes Makassar

Reinhard Soplantila - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 19:44 WIB
Makassar -

Polisi menangkap Mandra (37), pelaku jambret emas seorang ibu-ibu, yang videonya sempat viral di media sosial (medsos). Polisi menembak Mandra karena melawan saat polisi mengembangkan kasus.

"Tadi waktu pengembangan sempat melakukan perlawanan diberikan tembakan peringatan, tapi tidak diindahkan akhirnya anggota melakukan tindakan melumpuhkan dengan tegas terukur," ujar Kasubnit II Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Nasrullah, Jumat (12/3/2021).

Polisi menangkap Mandra setelah memeriksa saksi dan mengidentifikasi ciri fisik pelaku yang terekam CCTV di lokasi penjambretan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi menangkap pelaku di daerah Gowa.

Aksi penjambretan ibu-ibu itu terjadi di Jalan Mohammad Yamin, Makassar, pada Senin (22/2) lalu. Selain itu, pelaku beberapa aksi kejahatan pelaku juga sempat terekam CCTV dan viral.

Polrestabes Makassar menangkap Mandra (37) pelaku jambret emas ibu-ibu yang videonya sempat viral. Ternyata Mandra pelaku kejahatan lain. (Dok Polrestabes Makassar)Pelaku menjadi target operasi kepolisian karena banyak aksi kriminal lainnya yang terekam CCTV. (Dok. Polrestabes Makassar)

Mandra menjadi target operasi pihak kepolisian karena catatan kriminalnya tersebut.

"Pelaku yang kami amankan sekarang ini adalah pelaku yang sempat viral dengan melakukan aksi kejahatan sempat terekam CCTV masuk ke dalam kos-kosan mengambil barang-barang berharga milik penghuni di kos-kosan, kemudian sempat terekam CCTV melakukan pecah kaca mobil kemudian mengambil barang berharga dalam mobil, melakukan aksi jambret di (Jalan) Muhammad Yamin korbannya adalah seorang ibu dia menarik emasnya dan melarikan diri," kata Nasrullah.

Pelaku dikenal licin saat akan ditangkap. Setelah keberadaannya diketahui, polisi mengepung rumah keluarga pelaku di Gowa dan meringkusnya.

"Berdasarkan informasi tersangka berada di Kabupaten Gowa sehingga anggota melakukan penyidikan ke sana, dari Gowa menunjuk lagi ke arah Tanjung Bunga (Makassar), kemudian dari Tanjung bunga kita kembangkan lagi ternyata tersangka berada di wilayah Gowa, selanjutnya anggota melakukan penangkapan di sana di rumah keluarganya," jelas Nasrullah.

Kepada polisi, pelaku mengaku telah belasan kali melakukan aksi kejahatan berupa pencurian disertai kekerasan (curas) dan pencurian pemberatan (curat). "Berdasarkan interogasi pelaku sudah melakukan 16 kali kejahatan berupa curas dan curat," lanjut Nasrullah.

Selain membekuk pelaku, polisi menyita beberapa barang bukti hasil kejahatan pelaku seperti dua unit ponsel dan 2 unit laptop.

(jbr/jbr)