Ini Kendala Polisi Usut Siswi SMP di NTB Diduga Diperkosa 6 Orang

Faruk - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 18:58 WIB
Ilustrasi kekerasan
Ilustrasi Kekerasan Seksual terhadap Anak (iStock)
Mataram -

Polres Lombok Timur kesulitan mengusut kasus siswi SMP yang diduga diperkosa 6 orang pria. Polisi mengungkap kendala penyelidikan kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Daniel Pantogi menuturkan pihaknya hingga kini belum dapat mengambil keterangan kepada korban karena masih trauma. Dia mengatakan saat ini pihaknya belum dapat menetapkan tersangka dalam kasus ini.

"Belum. Kami masih belum bisa mintai keterangan pada korban sampai hari ini. Masih kami lidik untuk pelakunya," ungkap AKP Daniel saat dihubungi detikcom, Jumat (12/3/2021).

Daniel mengatakan pihaknya akan berupaya meminta keterangan korban pada Sabtu (13/3) besok. Dalam penanganan kasus ini, polisi berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) dan Pekerja Sosial.

"Koordinasi dengan UPT PPA dan Peksos, rencananya besok baru korban bisa dimintai keterangan dengan pendampingan," ujarnya.

Daniel mengaku kasus belum terang karena korban belum dapat dimintai keterangan. "Sementara karena minim petunjuk dan korban juga belum bisa dimintai keterangan, itu yang menjadi hambatan kami," katanya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda NTB Kombes Hari Brata mengatakan pihaknya sudah mengantongi nama terduga pelaku. Saat ini polisi masih memeriksa saksi-saksi terkait dugaan pemerkosaan tersebut.

"Belum ada penetapan tersangka. Pelaku masih dalam lidik tapi sudah diketahui nama-namanya," kata Kombes Hari saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (12/3).

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMP berusia 16 tahun di Lombok Timur, NTB, diduga diperkosa 6 pria secara bergilir di sebuah gazebo di tengah sawah.

Peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (4/3) sekitar pukul 23.50 Wita di salah satu gazebo di sebuah persawahan di sekitar Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Pemerkosaan terjadi berawal ketika korban diajak kekasihnya yang berusia 18 tahun. Saat itu korban dihubungi kekasihnya sekitar pukul 22.00 Wita dan diajak jalan-jalan.

Korban menolak karena takut dimarahi orang tuanya. Namun pelaku terus memaksa dan mengiming-iming akan menikahi korban. Korban akhirnya menuruti permintaan pelaku.

Namun korban lalu dibawa ke sebuah gazebo di tengah sawah. Di lokasi tersebut, korban diduga diperkosa pacar dan lima orang temannya. Korban lalu diantar pulang pacarnya sekitar pukul 03.00 Wita.

(jbr/jbr)