Maju Jadi Calon Ketua NU DKI, Jazilul: Bukan Ladang Politik

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 15:51 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid silaturahmi ke PCNU Jakarta Timur (Foto: MPR)
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid akan maju sebagai calon Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta. Jazilul mengatakan niatnya tersebut karena merasa terpanggil untuk melakukan pembenahan NU di DKI Jakarta yang menurutnya masih jauh tertinggal dibandingkan NU di wilayah lain, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Saya bilang NU DKI ini tempat pengabdian, bukan ladang berpolitik. Kalau berpolitik jangan gunakan NU karena ini sesuatu yang dilahirkan oleh para alim ulama, jadi sangat mulia," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).

Hal tersebut ia sampaikan saat bersilaturahmi dengan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Timur, Rabu malam (10/3). Adapun silaturahmi ini dimaksudkan untuk menyerap aspirasi, menyampaikan niat sekaligus memohon doa dan restu untuk ikut membenahi NU DKI.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta ini mengatakan sebagai kader NU yang sejak muda aktif berkiprah baik di PMII, Ansor, maupun PBNU, dirinya sudah mendapatkan banyak berkah dari NU. Dia mengaku bersyukur atas hal tersebut.

"Saya ada keterpanggilan untuk ikut mengurus NU di DKI karena kalau di politik, saya sudah, dan itu berkah dari NU. Saya jadi DPR tiga periode, pernah di Pimpinan Badan Anggaran, sekarang Wakil Ketua MPR," jelasnya.

"Saya di NU ini bukan sesuatu yang baru. Di DKI saya dulu menjadi aktivis PMII, habis itu ke Ansor, dan di NU saya juga masuk kepengurusan PBNU sejak periode Pak Hasyim Muzadi. Dulu saya di LP Ma'arif, sempat menjadi ketua jurusan STAINU Jakarta sebelum menjadi DPR. Saya ikut membangun, dulu kampusnya di PBNU, sekarang di Parung, Unusia. Saat itu saya ketua panitia pembangunan," tuturnya.

Mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Selatan ini menilai hidup sebagai sebuah tantangan. Dan selama ini, dirinya tidak pernah merasa gentar dalam menghadapi setiap tantangan.

"Semakin besar ombak, saya semakin senang," ungkapnya.

Lebih lanjut Jazilul menyebut dengan banyaknya nama yang maju sebagai calon ketua PWNU DKI menunjukkan bahwa NU di DKI sedang bergairah.

"Setelah itu biar disimpulkan teman-teman yang memiliki suara karena kedaulatan di Konferwil itu ada di cabang-cabang. Karena ini organisasi ijtimaiyah diniyah islamiyah, saya melihat yang terpenting adalah seorang figur minimal itu open, bisa melayani, handphone aktif 24 jam. Di DKI seharusnya NU itu siang malam karena DKI itu kalau siang warganya ada 12 juta, kalau malam 8 juta. Tetapi kelihatannya NU di DKI itu tidak siang malam, bahkan katanya dihubungi susah," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Jakarta Timur Azas Rulyaqien menjabarkan dalam Konferwil nanti, suara PCNU Jakarta Timur merupakan keputusan bersama jajaran PCNU. Artinya, dukungan yang diberikan sebelumnya dibicarakan secara terbuka di antara jajaran pengurus.

Pihaknya berharap cara memilih pemimpin yang dilakukan PCNU Jakarta Timur bisa menjadi tradisi baru.

"Cara ini memang agak sedikit berkeringat, tapi kita ingin berdasarkan aspirasi grassroot," pungkasnya.

(fhs/ega)