Perjuangan Pasien Melahirkan Dirujuk ke RS di Banda Aceh Pakai Kapal Nelayan

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 18:34 WIB
Bakamla RI selamatkan nelayan, kapal nelayan terapung di tengah laut, ilustrasi kapal nelayan, ilustrasi kecelakaan kapal
Foto: Ilustrasi kapal nelayan (Dok Bakamla RI).
Banda Aceh -

Seorang perempuan di Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Darmayanti (35) dirujuk ke rumah sakit (RS) dengan menggunakan kapal nelayan. Darmayanti dibawa ke RS untuk mendapatkan penanganan usai melahirkan.

Dalam video dilihat detikcom, Kamis (11/3/2021), Darmayanti tampak berbaring di atas perahu dengan tangan terpasang selang infus. Dua bidan duduk di sisi kiri dan kanannya. Untuk menghindari sengatan matahari, mereka membentangkan kain sebagai atap kapal.

Di dalam kapal nelayan juga tampak dua pria yang duduk paling belakang. Satu di antaranya sibuk menguras air laut yg masuk ke perahu.

Potret tersebut terjadi saat pihak Puskesmas Pulo Aceh merujuk Darmayanti ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh. Kepala Puskesmas Pulo Aceh Misriadi, mengatakan, perempuan asal Desa Serapong, Pulau Breuh itu dirujuk ke rumah sakit usai melahirkan bayinya di bidan Puskesmas.

"Kalau ari-arinya tidak lahir memang harus rujuk, karena di puskesmas fasilitas kurang," kata Misriadi kepada wartawan.

Darmayanti dirujuk Rabu (10/3) kemarin sekitar pukul 14.30 WIB. Jarak tempuh dari pulau terluar itu ke Banda Aceh sekitar 1,5 jam. Selama ini, pasien dari sana dirujuk menggunakan kapal nelayan.

Misriadi menuturkan, Pulo Aceh hingga kini belum ada alat transportasi khusus untuk membawa pasien rujukan. Masyarakat harus bertaruh nyawa agar sampai ke rumah sakit.

"Bahkan kalau ada warga Pulo Aceh yang meninggal di Banda Aceh itu masyarakat untuk membawa pulang jenazah harus sewa boat sekitar Rp 3 juta," jelasnya.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyediakan ambulans laut untuk memudahkan membawa pasien-pasien rujukan. Menurutnya, selama ini pernah ada pasien dirujuk tengah malam menggunakan perahu.

"Kita berharap ambulans laut memang segera harus ada, miris dan sayang juga melihat masyarakat Pulo Aceh seperti ini," jelasnya.

"Ketika kondisi seperti ini masyarakat harus mengeluarkan biaya yang besar. Mudah-mudahan dengan ada ambulans laut nantinya ada subsidi minyak. Kalau ada operasional kan tidak harus dibayar lagi oleh masyarakat," sambung Misriadi.

(aud/aud)