Komnas HAM: Jika TP3 Ada Bukti Eksekutor Lain Kasus Km 50, Bawa ke Polisi

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 10:46 WIB
Beka Ulung Hapsara
Beka Ulung Hapsara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan atau TP3 6 Laskar FPI menduga ada eksekutor lain dalam peristiwa di Km 50 tol Jakarta-Cikampek akhir tahun lalu. Komnas HAM meminta TP3 membawa temuan itu ke polisi jika memiliki bukti.

"Kalau TP3 menyampaikan ada kemungkinan eksekutor lain dan memiliki bukti yang memperkuat hal tersebut, sebaiknya dibawa ke polisi untuk menambah lengkapnya penyidikan kepolisian terkait peristiwa Karawang tersebut," kata komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, ketika dihubungi, Jumat (12/3/2021).

Selama melakukan proses investigasi, Beka dan tim tidak menemukan eksekutor lain atau ciri yang dimaksud oleh TP3. Hanya, Komnas HAM menemukan pasukan bersenjata yang bersiaga di beberapa titik untuk pengamanan jalur vaksin COVID-19.

"Temuan Komnas adalah ada pasukan bersenjata yang bersiaga di beberapa titik sepanjang jalan tol, tetapi pasukan tersebut untuk pengamanan jalur vaksin dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bio Farma Bandung," ujarnya.

Sebelumnya, TP3 menduga ada eksekutor lain dalam peristiwa di Km 50 Tol Cikampek, 7 Desember 2020. Adu tembak yang terjadi dan selongsong peluru di TKP mungkin bukan cuma milik polisi dan anggota laskar, tapi juga pihak lain. Hal ini, menurut Ketua TP3 Abdullah Hehamahua, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata yang didapatkan di sekitar lokasi.

"Harus diperhatikan bahwa pada sore hari, 6 Desember, di Kilometer 50 ada orang berpakaian hitam membawa senjata laras panjang. Ini siapa?" kata Abdullah Hehamahua kepada tim Blak-blakan detikcom, Kamis (11/3/2021).

Simak juga 'Blak-blakan, Ada Eksekutor Lain dalam Pembunuhan Laskar FPI':

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2