Round-Up

Yang Belum Terungkap dari Supersemar Usai 55 Tahun Berselang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 20:50 WIB
Presiden Sukarno dan Suharto (AFP Photo/PANASIA-FILES)
Presiden Sukarno dan Soeharto (AFP Photo/PANASIA-FILES)

1. Naskah asli

Ditulis detikX, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyimpan tiga versi Supersemar. Enam tahun lalu, ANRI bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik Badan Reserse Kriminal Polri telah menguji tiga versi Supersemar. Kesimpulannya, tak ada satu pun yang orisinal.

Dilansir Antara, ANRI mengakui arsip Supersemar yang dimilikinya kini tidak asli. Pengakuan itu disampaikan pada 13 Desember 2020 oleh Pelaksana tugas (Plt) Deputi Konservasi ANRI Multi Siswanti.

"Kita memiliki arsip Supersemar tapi itu dari berbagai versi. Setelah kita lihat dari autentikasinya, ternyata itu bukan arsip yang asli," kata Multi Siswanti saat diskusi daring.

Pencarian naskah Supersemar asli masih terus dilakukan. Keberadaan Supersemar yang kini berusia 55 tahun ternyata masih misterius.

2. Supersemar berhubungan dengan suksesi?

Apakah Supersemar berhubungan dengan suksesi kepemimpinan negara ini dari Sukarno ke Soeharto? Yang jelas, Supersemar tidak diperuntukkan sebagai legitimasi pemindahan kekuasaan oleh Sukarno ke Soeharto, melainkan sebagai perintah pengamanan.

Ditulis detikX, Supersemar disusul oleh Surat Perintah 13 Maret 1966 sebagai koreksi. Lewat Surat 13 Maret 1966, Sukarno mengingatkan Soeharto bahwa Supersemar adalah surat perintah, bukan penyerahan kekuasaan. Sayangnya, Surat 13 Maret 1966 itu juga sama 'gaib' dengan Supersemar.

Mantan Presiden Indonesia Soeharto.Mantan Presiden Indonesia Soeharto. (Foto: Istimewa/AFP)

Soeharto mengaku hanya sekali saja menggunakan Supersemar sebagai landasan bertindak, yakni menggunakannya untuk membubarkan PKI atas nama Sukarno. Selain itu, Supersemar tidak lagi dia gunakan. Apakah Supersemar digunakan untuk legitimasi suksesi? Soeharto tidak berbicara itu dalam rekaman video yang diunggah kanal YouTube HM Soeharto, memuat keterangan Soeharto pada 1994.

Selanjutnya, pengakuan Soeharto:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3