Serang Remaja di Bekasi hingga Tewas, 5 Pemuda Ditangkap Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 17:35 WIB
ILUSTRASI FOKUS (BUKAN BUAT INSERT) PENYERANGAN GENG MOTOR DI KEMANG (ILUSTRATOR: FUAD HASIM/DETIKCOM)
Ilustrasi penyerangan (Fuad Hasim/detikcom)
Bekasi -

Polisi menangkap lima remaja inisial AR (18), HFR (18), MH (18), MNS (19), dan FS (19) setelah melakukan penganiayaan kepada dua remaja lainnya inisial JFR (17) dan AR (18). Korban inisial JFR meninggal dunia imbas penyerangan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/3) sekitar pukul 00.45 WIB di daerah Tambun, Kabupaten Bekasi. Saat itu korban yang tengah berkumpul bersama teman-temannya dihampiri para pelaku.

"Tiba-tiba melintas para pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor dan pelaku mengejar korban bersama teman-temannya sambil mengacungkan celurit," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan dalam keterangannya, Kamis (11/3/2021).

Hendra mengatakan para korban sempat mencoba melarikan diri. Namun usaha dua korban berakhir sia-sia.

Korban JFR kemudian ditendang oleh para pelaku dan terkena sabetan senjata tajam (sajam) oleh pelaku di bagian perut.

"Korban JFR terkena sabetan sajam yang mengenai perut sisi kiri hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit," imbuh Hendra.

Sementara itu, korban AR mengalami luka di bagian leher bagian belakang. Hingga saat ini korban AR masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Penyerangan bermula dari makian pelaku ke korban yang tengah berkumpul bersama teman-temannya. Pelaku pun menghardik korban dan teman-temannya tersebut

Hendra mengatakan pihaknya kini masih mendalami hubungan para pelaku dan korban. Namun dari pemeriksaan awal terungkap motif pelaku melakukan aksinya hanya sebatas emosi sesaat.

"Motif pelaku melakukan perbuatannya secara spontan dan karena adanya ketersingunggan saat melintas di tongkrongan korban," ujar Hendra.

Polisi kemudian bergerak cepat mengamankan pelaku. Para pelaku ditangkap pada Rabu (10/3) di daerah Cianjur, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, para pelaku kini diganjar dengan Pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

(ygs/zak)