Pakar Khawatir Antrean Vaksinasi Tak Berjarak di GBK Jadi Klaster Corona

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 07:39 WIB
Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh Dicky Budiman)
Foto: Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh Dicky Budiman)
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 untuk lansia dan pegawai BUMN yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, sempat tidak jaga jarak. Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan antrean vaksinasi COVID-19 tak berjarak menyebabkan orang yang sedang berada di lokasi vaksin menjadi rentan.

"(Antrean tak berjarak) Tentu akan menempatkan seluruh orang yang ada dalam di lokasi vaksinasi tersebut dalam posisi rentan untuk terinfeksi atau juga menginfeksi (Corona)," ujar Dicky kepada detikcom, Rabu (10/3/2021).

Dicky khawatir antrean tak berjarak akan menjadikan tempat vaksinasi menjadi klaster baru. Ia menyebutnya sebagai klaster vaksinasi.

"Namanya dari klaster vaksinasi bisa jadi klaster GBK," lanjutnya.

Dicky menyarankan vaksinasi dibagi ke dalam beberapa waktu agar tak terjadi penumpukan. Sementara warga juga harus mematuhi dan datang ke lokasi vaksinasi sesuai jadwal.

"(Misal) 5.000 (orang yang akan divaksin) itu supaya menghindari antrean kan jamnya harus pasti, lewat pintu mana, pintunya juga jangan 1 kalau mau (orang yang divaksin jumlahnya) sebesar itu. Pintu keluarnya juga jangan satu sesuai dengan jumlah yang masuk," ucap Dicky.

Antrean vaksinasi COVID-19 di Istora Senayan, GBK sempat tak jaga jarakAntrean vaksinasi COVID-19 di Istora Senayan, GBK sempat tak jaga jarak Foto: Antrean vaksinasi COVID-19 di Istora Senayan, GBK sempat tak jaga jarak (Sachril/detikcom)

Dicky mencontohkan, 5000 orang yang akan divaksin harus dibagi 3 termin dalam satu hari. Setiap termin, dibagi 4 gelombang. Sehingga 1 gelombang diperkirakan ada 200 orang yang divaksin.

"Kalau tidak dalam jamnya ya tidak diterima. Nomor antreannya sudah ditentukan ini jam sekian, ini jam sekian, kalau yang tertunda ya harus ngambil di belakang yang di sesi yang terakhir lagi," terang Dicky.

Dicky mewanti-wanti agar warga mematuhi jadwal vaksin serta menerapkan jaga jarak selama vaksinasi. Hal ini sebagai antisipasi semakin merebaknya virus Corona varian baru B117 yang terakhir kali ditemukan di Karawang, Jawa Barat.

"Kita berpikir bukan hanya masalah meningkatnya (kasus Corona) saja tetapi adanya strain baru (B117) yang semakin banyak ya. Kita harus menyadari bahwa dengan ada pola-pola seperti ini akan memperbesar peluang makin menyebar terus yang (varian Corona) baru itu termasuk juga melahirkan strain baru made in Indonesia. Tentu kita kan harus mencegah hal-hal seperti itu," lanjutnya.

Diketahui, Peserta vaksinasi COVID-19 untuk lansia dan pegawai BUMN yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, tak mengindahkan protokol kesehatan (prokes) jaga jarak saat mengantre.

Pantauan detikcom, Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 12.45 WIB, sejumlah peserta vaksin COVID-19 dari lansia dan pegawai BUMN mengantre sebelum masuk ke pintu B Istora Senayan. Banyak dari peserta yang tidak mematuhi jaga jarak atau physical distancing.

Ada petugas dari kepolisian yang mengatur agar peserta vaksinasi tertib sebelum masuk ke Istora Senayan, baik pemberitahuan dengan pengeras suara maupun turun langsung mendekati peserta agar antrean bisa dilakukan jaga jarak.

Simak juga video 'Peneliti Ungkap Hasil Uji Klinis Fase 1 Vaksin Nusantara':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/haf)