Optimis Menang Praperadilan, Polisi Nilai Penahanan HRS Sesuai Ketentuan Hukum

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 19:14 WIB
Kabid Hukum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki
Kabid Hukum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya yakin memenangi sidang praperadilan Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait penahanan dan penangkapannya dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Polda Metro Jaya menyebut penahanan dan penangkapan Habib Rizieq telah sesuai dengan ketentuan hukum.

"Ya kami mendatangkan ahli dari kami adalah berdasarkan keahliannya, bawah apa yang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya sudah sesuai dengan aturan ketentuan hukum yang berlaku," kata Kabid Hukum Polda Metro Jaya Kombes Hengki saat ditemui usai persidangan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (10/3/2021).

Hengki mengaku optimistis memenangi praperadilan kali ini. Terlebih, menurutnya, sebelumnya hakim telah memutuskan menolak praperadilan yang sebelumnya juga pernah diajukan pihak Habib Rizieq.

"Kami sangat optimis untuk memenangkan praperadilan ini. Karena perlu diketahui sekali lagi mengacu pada putusan sebelumnya itu mudah-mudahan menjadi dasar bagi hakim untuk melihat proses praperadilan yang sedang berjalan. Kan pertama sudah pernah berjalan dan permohonan pemohon ditolak," ujar Hengki.

Hengki juga mengatakan saat ini perkara yang menjerat Habib Rizieq telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. Nantinya, sidang perdana akan dimulai pada 16 Maret 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Perlu diketahui masyarakat bahwa kasus perkara yang disidik oleh penyidik Polda Metro Jaya sudah dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum, dan segera informasi yang ada bahwa tanggal 16 hari Selasa, Maret 2021 akan memasuki perkara pokok akan disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur," kata Hengki.

Hengki menyebut, jika sidang perdana pokok perkara belum dimulai, sidang praperadilan tetap berjalan. Namun, menurutnya, bila sidang perdana telah dimulai, praperadilan akan dinyatakan gugur.

"Ya, aturan sudah mengatur ketika belum ada keputusan di sini masih berjalan suatu proses praperadilan. Ketika perkara pokok sudah dimulai sidang dan nanti akan yang mengambil keputusan aturan ada ketika perkara pokoknya materi sudah memasuki sidang pertama atau perdana di PN Jaktim maka sesuai aturan ada yang mengaturnya itu dinyatakan gugur dengan sendirinya itu nanti ada di persidangan disampaikan," tuturnya.

Seperti diketahui, gugatan praperadilan Habib Rizieq sendiri kali ini diketahui merupakan gugatan kedua yang diajukan. Sebelumnya, Habib Rizieq juga sempat mengajukan praperadilan tapi ditolak oleh hakim.

Kali ini Habib Rizieq mengajukan permohonan praperadilan atas penahanan dan penangkapannya dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Praperadilan ini didaftarkan pada nomor 11/Pid.Pra/2021/PN.Jkt.Sel. Pihak termohon adalah Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

Pengacara Habib Rizieq, Alamsyah, mengatakan kasus Habib Rizieq merupakan pelanggaran protokol kesehatan. Namun, menurutnya, Habib Rizieq justru dikenai Pasal 160 KUHP, yang mengatur penghasutan.

(dwia/maa)