Nadiem Ingin Vaksinasi Guru Dimulai dari Jenjang PAUD-SD Baru SMP-SMA

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 11:50 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kiri) menerima laporan Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh dari Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti (kanan) saat rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut  membahas tentang laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, proses hibah hak paten merdeka belajar serta kebijakan sekolah yang berada dalam zona hijau COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz
Foto: Nadiem Makarim (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI).
Jakarta -

Vaksin bagi para tenaga pendidik sudah menjadi prioritas dari pemerintah. Mendikbud Nadiem Makarim mengungkapkan pemerintah ingin memulai vaksinasi dari guru di jenjang PAUD, SD dan sederajat.

"Jadi pada saat sudah terkirim misalnya vaksinnya kita akan mulai dengan yang paling muda dulu. Kita akan mulai dengan guru-guru jenjang PAUD dan SD, SLB dan sederajat baru setelah itu terpenuhi kita maju ke SMP, SMA, SMK, baru setelah itu perguruan tinggi. Jadi yang kecil dulu," kata Nadiem dalam raker bersama Komisi X DPR RI, di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Nadiem pun memberikan alasan kenapa pemerintah fokus dari jenjang pendidikan yang paling kecil. Menurut Nadiem, jenjang pendidikan yang paling kecil sulit untuk melakukan PJJ dan tingkat penularan COVID-19 jauh lebih dibandingkan jenjang pendidikan yang lebih besar.

"Kenapa kita fokus ke kecil dulu karena yang paling kecil yang paling susah lakukan PJJ dan juga tingkat penularan semakin muda itu secara scientific, dari semua riset yang kita lihat di dunia, semakin muda tingkat penularannya semakin kecil antara anak ke anak itu semakin kecil itu," ujarnya.

"Tentunya yang kita tahu bahwa ini imunitas anak jauh lebih tinggi dari orang dewasa tapi maksud saya transmisinya pun jauh lebih kecil semakin muda terutama di bawah umur 12 jadinya itu dulu yang kita fokuskan," sambungnya.

Selain itu, Nadiem mengatakan saat ini pemerintah sedang berupaya mendorong terciptanya pelaksanaan sekolah tatap muka. Ia pun berharap pemerintah daerah tetap terus mempersiapkan sekolah tatap muka.

"Harapannya adalah walaupun sebelum vaksinasi ini pendidik dan tenaga kepndidikan pemerintah daerah diharapakan mengakselerasi pembelajaran tatap muka," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah tengah mempersiapkan sekolah tatap muka bisa kembali dibuka pada Juli 2021, mendatang. Keputusan ini dilakukan setelah 5,5 juta guru dan dosen selesai divaksinasi virus corona (COVID-19) pada akhir Juni 2021.

Nadiem Makarim mengatakan, pemerintah berharap usai vaksinasi tenaga pengajar, sekolah bisa kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab, sudah lama siswa tidak belajar tatap muka di sekolah.

"Kami ingin memastikan kalau kita bisa menyelesaikan vaksinasi sampai akhir Juni, sehingga Juli sudah bisa melakukan proses tatap muka di sekolah," ujar Nadiem beberapa waktu yang lalu.

Simak juga video 'Pemkot Solo Kebut Program Vaksinasi COVID-19 untuk Guru':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/gbr)