ADVERTISEMENT

Sidang Suap Ekspor Benur

Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo Bersaksi di Sidang Kasus Suap Ekspor Benur

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 11:14 WIB
Sidang perkara dugaan suap terkait ekspor benur
Sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait perizinan ekspor benur. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris pribadi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, Amiril Mukminin, bakal memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster (benur). Selain itu, mantan staf pribadi istri Edhy Prabowo juga akan bersaksi.

Persidangan itu berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan terdakwa Suharjito selaku Direktur PT Dua Putera Perkasa (PT DPP). Jaksa KPK menyebut total ada 8 saksi yang seharusnya hadir, tetapi 2 orang di antaranya belum memberikan kepastian untuk hadir di sidang.

"Kami memanggil 8 saksi tapi yang memberi konfirmasi 6, yang lain belum memberikan," ujar jaksa KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021).

Dua saksi yang belum dapat hadir adalah Achmad Syaihul Anam dan Chandra Astan. Sementara itu, Lutpi Gunanjar hadir secara virtual karena kurang sehat namun tetap ingin memberi kesaksian.

Berikut ini nama-nama saksi yang bersaksi untuk Suharjito:

1. Amiril Mukminin - sekretaris pribadi Edhy Prabowo
2. Amri - Direktur Utama PT Aero Citra Kargo (PT ACK)
3. Achmad Bachtiar - kalangan swasta
4. Chusni Mubarok - eks tenaga ahli DPR
5. Ainul Faqih - staf pribadi istri Edhy Prabowo Iis Rosita Dewi
6. Lutpi Ginanjar - Direktur PT ACK

Dalam sidang ini yang duduk sebagai terdakwa adalah Direktur PT DPP Suharjito. Dia didakwa memberi suap ke Edhy Prabowo yang saat itu menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Suharjito disebut jaksa memberi suap ke Edhy sebesar Rp 2,1 miliar terkait kasus ekspor benur.

Jaksa menyebut uang suap diberikan ke Edhy melalui staf khusus menteri KKP Safri dan Andreau Misanta Pribadi, lalu Sekretaris Pribadi Edhy bernama Amiril Mukminin, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Prabowo Iis Rosita Dewi, dan Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) sekaligus pendiri PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Siswadhi Pranoto Loe. Suap diberikan agar Edhy mempercepat perizinan budi daya benih lobster ke PT DPP.

Suharjito didakwa jaksa KPK melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

(run/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT