Round-Up

4 Fakta Terbaru soal Kasus Korupsi Lahan yang Jerat Dirut Sarana Jaya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 06:45 WIB
Gedung baru KPK
Dokumentasi KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK masih belum mengumumkan secara resmi mengenai penyidikan perkara dugaan korupsi terkait pembelian lahan di wilayah DKI Jakarta. Namun sejumlah informasi sudah mencuat termasuk nama-nama tersangkanya.

Sejauh ini diketahui ada nama Yoory Corneles Pinontoan sebagai salah satu tersangka. Yang bersangkutan merupakan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda/PD) Pembangunan Sarana Jaya yang belakangan dinonaktifkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran kabar mengenai status tersangkanya.

Keputusan menonaktifkan Yoory itu melalui Kepgub Nomor 212 Tahun 2021 tentang Penonaktifan Direktur Utama dan Pengangkatan Direktur Pengembangan Sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

"Pak Gubernur saat itu langsung mengambil keputusan untuk menon-aktifkan yang bersangkutan. Atas kasus tersebut, Yoory akan mengikuti proses hukum dengan menganut asas praduga tak bersalah," kata Sekretaris BUMD Riyadi melalui keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).

Riyadi menjelaskan pencopotan Yoory sebagai dirut berlaku sejak Jumat (5/3/2021) lalu. Sementara ini, Anies menunjuk Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Indra Sukmono Arharrys sebagai Pelaksana tugas (Plt) PD Sarana Jaya. Penunjukan ini berlaku selama tiga bulan.

Selain Yoory ada sejumlah nama lainnya yaitu Anja Runtuwene dan Tommy Adrian serta korporasi atas nama PT Adonara Propertindo yang disebut sebagai tersangka. Dari dokumen resmi KPK yang didapat detikcom tercantum dugaan korupsi itu terkait pembelian lahan yang berada berada di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Proses pengadaannya disebut dalam dokumen itu pada tahun 2019.

Sementara itu PD Sarana Jaya mengaku menghormati proses hukum. Yoory sendiri saat dimintai konfirmasi belum memberikan respons.

"Yang pasti saat ini Perumda Sarana Jaya akan terus mengikuti dan menghormati proses yang dilakukan oleh pihak berwajib (KPK)," kata Humas PD Sarana Jaya, Yulianita Rianti, melalui pesan singkat, Senin (8/3/2021).

Simak video 'Dirut Sarana Jaya Tersangka: Dicopot Anies dan Penampakan Lahannya':

[Gambas:Video 20detik]



Lantas apa saja kabar terbaru dari perkara ini?

Selanjutnya
Halaman
1 2