Frasa Agama Tak Ada di Draf Peta Jalan Pendidikan, NasDem: Buka Sosialisasi

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 08:17 WIB
Ilustrasi Partai NasDem
Ilustrasi NasDem (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

NasDem turut menanggapi soal kritikan PP Muhammadiyah terkait ketiadaan frasa 'agama' dalam visi draf Peta Jalan Pendidikan (PJP) 2020-2035. NasDem meminta Kemendikbud membuka ruang sosialisasi terkait hal tersebut.

"Fraksi Partai NasDem memahami bahwa Peta Jalan Pendidikan Nasional masih dalam proses perumusannya. NasDem menghormati Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang masih terus menjalankan proses tersebut dan menghargai sikap Kemendikbud yang terbuka atas segala masukan dari berbagai pemangku kepentingan," kata Kapoksi Komisi X Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Ratih meminta agar Kemendikbud juga membuka ruang sosialisasi dengan semua pihak. Khususnya, kata dia, pihak-pihak yang berkepentingan dalam perumusan peta jalan tersebut.

"NasDem mendorong Kemendikbud untuk senantiasa membuka ruang sosialisasi dan jaring aspirasi seluas-luasnya kepada berbagai pihak yang berkepentingan dalam proses perumusan peta jalan tersebut," ucapnya.

Tak hanya itu, Ratih meminta agar Kemendikbud terus memperhatikan segala keberatan yang disampaikan oleh berbagai pihak. Termasuk, kata dia, koreksi-koreksi yang disampaikan terkait Peta Jalan Pendidikan tersebut.

"Kemendikbud terus memperhatikan dengan sungguh-sungguh segala keberatan, koreksi, sekaligus masukan yang datang berbagai pemangku kepentingan terkait jalan peta besar pendidikan nasional kita," ujarnya.

Lebih lanjut, Ratih juga meminta agar rumusan Peta Jalan Pendidikan tidak semata-mata didasarkan pada ekonomi dan ukuran material, tapi juga membangun jiwa dan mental anak-anak bangsa.

"Rumusan Peta Jalan Pendidikan Nasional ini tidak semata didasarkan pada upaya menghadapi arus besar perubahan dunia yang cenderung didominasi oleh paradigma ekonomi dan ukuran-ukuran material semata, akan tetapi juga pada hasrat untuk membangun jiwa dan mental bangsa yang berkepribadian dan didasari oleh semangat dan modal kebudayaan nasional yang kita miliki bersama," paparnya.

Muhammadiyah sebelumnya menyoroti draf visi pendidikan 2020-2035 dalam Peta Jalan Pendidikan RI. Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebut hilangnya frasa 'agama' itu sebagai hal yang serius.

Berikut ini bunyi visi draf Peta Jalan Pendidikan 2020-2035:

Visi Pendidikan Indonesia 2035: Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.

Penjelasan Kemendikbud

Kemendikbud merespons kritik tersebut. Kemendikbud mengatakan draf Peta Jalan Pendidikan itu akan terus disempurnakan.

"Saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 oleh Kemendikbud masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak dengan semangat yang sama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan untuk generasi penerus bangsa," kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri, kepada wartawan, Minggu (7/3).

Simak video 'Anggota DPR F-PKS Minta Kemdikbud Cabut Draf Peta Jalan Pendidikan!':

[Gambas:Video 20detik]

(maa/idn)