Cendol Dawet dan Pengaruh Godfather of Broken Heart Didi Kempot

Mustiana Lestari - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 06:34 WIB
didi kempot
Foto: istimewa
Karangploso -

Meski telah tiada, banyak lagu Didi Kempot yang masih jadi soundtrack bagi orang patah hati, salah satunya Pamer Bojo. Apalagi dengan sisipan Cendol Dawet di dalamnya membuat lagu ini terdengar jenaka.

Fenomenalnya sang Godfather of Broken Heart menjadi berkah tersendiri bagi penjual cendol dawet sagu di Dusun Lasah, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jatim. Supendi (48) mengaku kecipratan berkah dari lagu tersebut, tentu saja penjualannya naik.

Padahal dulu gerobak yang dia bawa berjualan bukan bertuliskan Cendol Dawet. "Nama Cendol Dawet itu setelah ada Didi Kempot. Dulu namanya dawet sagu atau dawet Arema sekarang semua 35 penjual pakai nama Cendol Dawet gara-gara Didi Kempot. Bikin laku juga karena banyak yang sering dengar Cendol Dawet," katanya sambil tersenyum kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Nindy, mantri BRI yang menemukan klaster pedagang Cendol Dawet sejak 2 tahun lalu memang selalu berusaha agar produk cendol dawet sagu khas Lasah ini terkenal. Makanya, dia pula yang menggagas nama Cendol Dawet ini menggantikan nama-nama cendol lainnya yang tidak seragam.

"Nama sebenarnya Dawet Sagu Lasah, tapi karena mereka mengenalnya es cendol dawet ya jadi laris dengan nama ini tapi bukan 500-an ya," katanya.

Sewaktu dia bertugas di BRI Unit Karangploso, Nindy juga mengubah wajah para pedagang cendol dawet sagu. Kini para pedagang sudah diberi pelatihan untuk pengemasan cendol yang lebih baik. Tak hanya itu, mereka diberi akses pinjaman lunak untuk membeli motor sehingga tak lagi berjualan dengan memikul. Bahkan sudah mulai berjualan online.

"Perkembangannya, pemasaran-penjualan. Kalau dulu mereka sebatas di desa jualan udah gitu aja dari zaman dulu sampai sekarang gitu-gitu aja, kalau sekarang mereka mulai mau memasarkan. Sekarang mau online. Jadi bikin status online,"

Cendol dawetCendol dawet Foto: Mustiana Lestari

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari CSR BRI yang juga meliputi pemberian sarana berjualan seperti payung, gerobak, hingga batok untuk wadah cendol.

Kisah para pedagang cendol dawet sagu khas Lasah menjadi satu dari kumpulan kisah dalam program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia. Program ini mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.

Simak juga ''Gelang Putih', Lagu Rindu Sang Anak untuk Didi Kempot':

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Podcast Tolak Miskin: Siasat Cerdas Berinvestasi Pulihkan Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)