Sidang Suap Bansos Corona

Saksi Mengaku Pernah Tanya soal Uang Operasional Bansos Corona ke Juliari

Zunita Putri - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 13:14 WIB
Para jurnalis berebut mengambil gambar tersangka korupsi, mantan Menteri Sosial, Juliari P Batubara saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/1/2021) untuk menjalani pemeriksaan.  Juliari P Batubara diperiksa untuk kasusnya yakni dugaan menerima suap terkait pengadaan paket bantuan sosial penanganan COVID-19. Ia menyerahkan diri usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Kemensos, beberapa waktu lalu.
Eks Mensos Juliari Batubara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Kemensos Hartono dan Dirjen Linjamsos Pepen Nazarudin mengaku pernah mengkonfirmasi ke mantan Mensos, Juliari Peter Batubara, terkait uang operasional menteri yang disebut KPA Bansos Corona, Adi Wahyono. Dia mengatakan Juliari sempat merespons ketika ditanya terkait uang operasional. Apa kata Juliari?

Hal itu diungkapkan oleh Hartono dan Pepen ketika kembali diperiksa sebagai saksi untuk sidang lanjutan penyuap kasus bansos Corona, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021).

"Apakah Saudara dengan ada informasi mengenai operasional menteri, apakah Saudara sebagai dirjen dan sekjen nggak konfirmasi ke menteri?" tanya hakim ketua saat sidang.

Hartono mengaku pernah mengkonfirmasi itu ke Juliari. Dia mengaku mengkonfirmasi hal itu dalam rapat.

"Ya kami pernah sampaikan. Itu hanya... itu sering disampaikan baik oleh kami dan lainnya," kata Hartono.

Senada dengan Hartono, Pepen juga mengaku pernah bertanya langsung terkait benar atau tidaknya Juliari meminta uang operasional bansos Corona seperti yang dikatakan Adi Wahyono. Pepen mengaku saat itu Juliari membantah itu.

"Secara langsung (konfirmasi) tidak tapi kita lakukan rapat menyampaikan bahwa di luar bising sekali, ada permintaan commitment fee dan sebagainya," ujar Pepen.

"Pak menteri bilang 'jangan, coba ditelusuri'. Maka kami telusuri ke Pak Adi katanya itu vendor yang kalah," lanjut Pepen.

Diketahui dalam sidang sebelumnya, Hartono dan Pepen mengungkap ada pemberian uang dari pengusaha vendor bansos Corona. Mereka mengatakan uang itu digunakan untuk operasional mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara.

"Bahwa untuk kegiatan kaitannya dengan penyedia barang itu bahwa Pak Adi wahyono yang ditunjuk KPA (kuasa pengguna anggaran) menyatakan ke kami, bahwa ada beberapa vendor yang kemudian, (Adi) mendapatkan untuk operasional. Saya tidak ada kaitannya dengan ini," kata Hartono saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (3/3).

Jaksa lantas mencecar Hartono, siapa yang memerintahkan Adi menerima uang operasional itu. Menurut Hartono, saat itu Adi menyampaikan uang itu untuk operasional Juliari P Batubara yang saat itu menjabat Mensos.

"Saya dengar dari Adi sendiri. (Atas perintah?) Yang saya tahu Saudara Adi sampaikan langsung, dan itu untuk operasional dari kegiatan-kegiatan Kemensos," kata Hartono.

"Saudara nggak nanya diperintah siapa?" tanya jaksa KPK lagi.

"Saya tanya, (jawabannya) awalnya dia menyampaikan untuk operasional Menteri," ujar Hartono.

Selain itu, Pepen mengaku dicurhati Adi Wahyono. Pepen mengatakan Adi pusing karena harus memikirkan operasional Menteri Sosial, yang kala itu dijabat Juliari P Batubara.

"Pernah nggak Saudara terima laporan dari Adi Wahyono, 'Pak saya diminta dana'?" tanya jaksa KPK ke Pepen di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (3/3).

"Iya beliau (Adi) sampaikan, duh saya pusing nih, ada ini dari Pak Menteri, ada arahan'. Arahan untuk operasional Pak Menteri," kata Pepen sambil meniru ucapan Adi kala itu.

Dalam kasus ini, Juliari Peter Batubara serta pejabat Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso ditetapkan menjadi tersangka bansos Corona. Di sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Keduanya didakwa memberi suap ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk. Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian memberi Rp 1,95 miliar.

Keduanya memberi uang suap agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos ke Juliari setiap mereka mendapatkan proyek itu, uang ini yang disebut uang operasional.

(dhn/dhn)