Pesepeda Masuk Jalur Umum di Sudirman, Wagub Singgung Kurangnya Disiplin Warga

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 14:24 WIB
Pesepeda di kawasan Sudirman, Minggu (7/3/2021) pagi (Wilda/detikcom).
Pesepeda di kawasan Sudirman, Minggu (7/3/2021) pagi (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna sepeda, untuk berdisiplin menggunakan jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Pasalnya, regulasi yang diterapkan tidak serta merta menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.

"Ya tentu memang masih ada kekurangannya terkait disiplin masyarakat, tugas Pemprov menyiapkan regulasi, menyiapkan koridor, dan tugas masyarakat apa? Patuh dan taat pada regulasi yang ada, pada aturan yang ada, semuanya tidak bisa ditimpakan kepada Pemprov, kami butuh kerja sama yang baik dari masyarakat," kata Riza kepada wartawan di GOR Baseball Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (7/3/2021).

"Tugas kami menyiapkan tempatnya, sarananya, koridornya, regulasi, dan sebagainya. Tugas masyarakat patuhi, taati, agar tertib disiplin dan memberikan semua yang jalur sepeda di jalurnya, tidak boleh mengganggu jalur lain," tuturnya.

Riza menerangkan, penerapan kedisiplinan bukan hanya untuk para pesepeda saja, tapi juga untuk pemotor yang masih masuk ke jalur sepeda permanen. Riza berharap seluruh elemen masyarakat dapat menggunakan fasilitas publik sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.

"Sepeda motor juga jangan mengganggu pesepeda, jadi masing-masing. Pejalan kaki ada di trotoar, jangan sepeda masuk di trotoar ya, apalagi motor masuk di trotoar, tidak boleh. Jadi semua sudah kita atur, ada kereta, ada LRT, ada MRT, ada busway, ada angkot, taksi, dan lain-lain. Ada Gojek, ojek, sampai sepeda, motor, sampai pejalan," katanya.

Diketahui, Pemprov DKI telah menyediakan jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Namun masih banyak pesepeda yang melintas di jalur kendaraan umum.

Pantauan detikcom di sekitar Gedung Mid Plaza, Jakarta, Minggu (7/3), pukul 08.33 WIB, banyak pesepeda yang hilir-mudik, baik yang menuju Senayan maupun dari arah sebaliknya. Pesepeda dan pelari masuk berbarengan di jalur sepeda permanen.

Namun, pada kenyataannya, di hari libur ini, masih banyak pesepeda yang juga memilih melintas di jalur kendaraan umum. Padahal ada petugas dinas perhubungan dan Satpol PP yang berjaga di sekitar lokasi jalur sepeda permanen.

Putri Dwi (24), warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku memilih jalur kendaraan karena jalur sepeda permanen padat dan ramai. Dia juga menyebut jalur sepeda ini diperluas saat hari libur sehingga dia memilih berada di jalur kendaraan.

"Kan emang kalau hari Minggu bukannya jalurnya diperluas kan?" kata Putri Dwi di lokasi.

Putri mengatakan luas jalur sepeda permanen ini memang sangat cukup untuk pesepeda di hari kerja. Sementara saat hari libur ini, Putri merasa jalur sepeda permanen kurang luas dan tidak sebanding dengan warga yang berolahraga.

"Jalur sepeda ini kalau untuk hari kerja sih cukup-cukup saja, cenderung lega banget malah, tapi kalau untuk hari libur yang banyak orang bersepeda, ya tidak cukup," tuturnya.

Simak Video: Duh! Banyak Pesepeda Keluar dari Jalur Sepeda di Sudirman

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)