Round-Up

Moeldoko Ketum, Ini 5 Keputusan KLB Kilat Demokrat yang Dituding Ilegal

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 06:36 WIB
Suasana di arena KLB Demokrat (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Suasana di arena KLB Demokrat (Ahmad Arfah-detikcom)
Deli Serdang -

Kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat (PD), yang dianggap ilegal dan inkonstitusional, menghasilkan 5 keputusan. Keputusan yang paling menyita perhatian, yakni penetapan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum (ketum) Partai Demokrat.

KLB Demokrat digelar di The Hill Hotel and Resort, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kegiatannya dibuka pada Jumat (5/3/2021) pukul pukul 14.44 WIB yang ditandai dengan mengetuk palu sebanyak 3 kali.

Sejumlah tokoh hadir dalam KLB Demokrat ini. Mereka di antaranya, Marzuki Alie, Hencky Luntungan, Max Sopacua, Darmizal dan Jhoni Allen Marbun.

Jhoni Allen Marbun, kader yang sebetulnya sudah dipecat oleh Partai Demokrat, memimpin jalannya KLB. Berikut 5 keputusan yang ditetapkan dalam KLB Demokrat:

- Menetapkan Moeldoko Sebagai Ketum

Moeldoko ditetapkan sebagai ketum dalam waktu 51 menit setelah KLB Demokrat dibuka, tepatnya pukul 15.35 WIB. Penetapan Moeldoko sebagai ketum berdasarkan hasil voting yang dilakukan dalam KLB.

Ada yang menarik dalam proses pemilihan ketum dalam KLB ini. Mengapa menarik? Sebab, voting dilakukan dengan cara berdiri.

Ya, saat voting dilakukan, mereka yang memilih Moeldoko diminta berdiri. Selain Moeldoko, ada satu calon ketum lagi, yakni Marzuki Alie.

"Tadi ada dua nama, tenang, ada dua nama, ada Pak Moeldoko, dan ada Pak Marzuki Alie, tepuk tangan untuk keduanya. Saya minta untuk (yang memilih) Pak Moeldoko berdiri," kata Jhoni, saat proses voting.

"Pak Marzuki Alie berapa orang? Oke kita bisa lihat, berarti lebih banyak Pak Moeldoko," lanjut Jhoni.

Suasana sidang di KLB Partai Demokrat di The Hill Hotel and Resort Deli Serdang, Sumut (Ahmad Arfah/detikcom) Foto: Suasana sidang di KLB Partai Demokrat di The Hill Hotel and Resort Deli Serdang, Sumut (Ahmad Arfah/detikcom)

Mayoritas peserta KLB Demokrat tampak lebih banyak berdiri untuk Moeldoko daripada Marzuki Alie. KLB Demokrat akhirnya memutuskan memilih Moeldoko menjadi Ketum Partai Demokrat.

"Kongres Luar Biasa Partai Demokrat menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan, memutuskan, menetapkan pertama, dari calon kedua tersebut atas voting berdiri, maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025," ucap Jhoni.

Namun Moeldoko tak hadir di lokasi KLB Demokrat. Dalam KLB, salah seorang peserta menyempatkan menelepon Moeldoko.

Dalam pembicaraan lewat telepon itu Moeldoko menyatakan menerima keputusan KLB yang menetapkannya sebagai Ketum Demokrat.

"Dengan demikian, saya menghargai dan menghormati keputusan Saudara untuk kita terima menjadi ketua umum," tutur Moeldoko.

- Menetapkan Marzuki Alie Sebagai Ketua Dewan Pembina

Salah satu keputusan yang diketuk dalam KLB Demokrat di Deli Serdang adalah menetapkan Marzuki Alie sebagai Ketua Dewan Pembina PD. Marzuki Alie diketahui hadir dalam KLB, meskipun sempat diminta untuk tidak hadir saat bertemu sejumlah elit PD di Bandara Kualanamu.

"Keputusan KLB Partai Demokrat tentang penetapan Ketua Dewan Pembina. Dengan Rahmat Tuhan Yang Mahakuasa, KLB Partai Demokrat menimbang dst, mengingat dst, memperhatikan dst. Memutuskan, menetapkan penatapan Kedua Dewan Pembina PD 2021/2025, Bapak Dr Marzuki Alie," sebut Jhoni Allen Marbun.

Keputusan apalagi yang ditetapkan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang? Baca di halaman berikutnya.

Simak video 'Pidato Politik Perdana Moeldoko Usai Jadi Ketum Demokrat Versi KLB Sumut':

[Gambas:Video 20detik]