AHY Anggap KLB Demokrat Tidak Sah dan Ilegal: Dagelan, Kami Lawan!

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 18:18 WIB
Jakarta -

Ketum Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), tidak sah. AHY menyebut KLB Demokrat di Deli Serdang itu ilegal dan inkonstitusional.

"Bahwa baru saja hari ini dilakukan KLB secara ilegal, secara inkonstitusional mengatasnamakan Partai Demokrat di Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Apa yang mereka lakukan tentu didasari oleh niat yang buruk, juga dilakukan dengan cara-cara yang buruk," kata AHY, dalam konferensi pers di DPP Demokrat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2021).

AHY menjelaskan mengapa KLB yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum (ketum) itu ilegal dan inkonstitusional. Alasannya, tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

"KLB ini jelas tidak sah. Ada yang mengatakan bodong, ada yang mengatakan abal-abal. Yang jelas terminologinya ilegal dan inkonstitusional. Mengapa? Karena KLB itu tidak sesuai, tidak berdasarkan konstitusi yang juga telah disahkan oleh pemerintah melalui Kemenkum HAM. Artinya, sekali lagi, KLB tersebut tidak memiliki dasar hukum partai yang sah," terang AHY.

Lebih lanjut, AHY menjelaskan 3 syarat penyelenggaraan KLB Demokrat. Di mana, salah satu syaratnya adalah persetujuan dari ketua majelis tinggi partai.

"Mengapa KLB di Sumatera Utara hari ini adalah ilegal. Setidaknya untuk bisa diselenggarakan KLB, berdasarkan AD/ART Partai Demokrat adalah disetujui, didukung, dihadiri dua pertiga dari jumlah DPD, dan setengah dari jumlah DPC. Kedua-duanya adalah angka minimal bisa diinisiasi dan diselenggarakan KLB berdasarkan AD/ART kami," papar AHY.

"Dan ada lagi tambahannya, harus persetujuan dari ketua majelis tinggi partai," imbuhnya.

AHY sendiri menyebut KLB yang dibuka oleh mantan kader Demokrat, Jhoni Allen Marbun, itu sebagai dagelan. Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menegaskan akan melawannya.

"KLB ini bisa dikatakan dagelan. Saya sih tidak bisa terima dengan akal sehat sebetulnya. Tetapi ya sudah terjadi, dan kami yakinkan bahwa itu semua akan kami hadapi dan kami lawan, karena kami punya hak dan kewajiban menjaga kedaulatan Partai Demokrat," tegas AHY.

"Jangan cederai akal sehat, jangan injak-injak etika, moral dalam politik yang berkeadaban," sambung dia.

(zak/imk)