SBY Mohon Keadilan dari Negara Usai AHY Dikudeta Via KLB Sumut

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 23:08 WIB
Ketua majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut nama Moeldoko terkait isu kudeta Partai Demokrat. Moeldoko pun memberi ultimatum untuk tidak menekannya.
Foto: 20Detik
Cikeas - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) meminta para kader Partai Demokrat bersabar dan berikhtiar mendapatkan keadilan sejati terkait persoalan kudeta Partai Demokrat. SBY percaya Presiden Jokowi masih punya integritas untuk menyikapi gerakan kudeta Partai Demokrat.

"Saya sangat merasakan apa yang para kader Demokrat rasakan saat ini, Saudara pasti marah, terhina, merasa diperlakukan sewenang-wenang, geram kepada yang berkhianat dengan imbalan uang dan iming-iming kedudukan, dan rasanya ingin membalas perbuatan mereka," kata SBY saat konferensi pers di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

SBY meminta para kadernya tetap bersabar dan berikhtiar untuk mendapatkan keadilan. Dia juga berharap Presiden Jokowi dengan integritas dan arif menyikapi kudeta Partai Demokrat.

"Sebagai orang tua di partai ini, saya tetap meminta Saudara bersabar. Namun gigih berikhtiar untuk mendapatkan keadilan yang sejati, saya tetap percaya bahwa Bapak Presiden Jokowi memiliki integritas dan kearifan dalam menyikapi gerakan pendongkelan dan perebutan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah ini," ucapnya.

Tak hanya itu, SBY juga percaya pemerintah akan bertindak adil dengan menegakkan hukum yang berlaku. Dia juga menyebut AD/ART milik Partai Demokrat mengikat terhadap hukum.

"Saya juga tetap percaya bahwa negara dan pemerintah akan bertindak adil serta akan sepenuhnya menegakkan pranata hukum yang berlaku, baik itu konstitusi kita UUD 1945 dan UU Partai Politik maupun AD dan ART Partai Demokrat yang secara hukum juga mengikat," ujarnya.

SBY lantas menyebut dunia politik di Indonesia tidak seindah seperti yang dimimpikan. Karena itulah, dia meminta seluruh kader bersatu mempertahankan kedaulatan partai.

"Namun dunia politik tak seindah yang kita mimpikan, gangguan terhadap Partai Demokrat, gangguan terhadap kita semua belumlah usai, karenanya marilah kita makin bersatu dan makin merapatkan barisan di bawah komando dan kepemimpinan Ketua Umum AHY. Saya mengajak para kader untuk berjuang bersama berjuang sampai keadilan benar-benar kita dapatkan di tanah Indonesia ini," sebutnya.

"Perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan dan kemandirian partai adalah perjuangan yang suci dan mulai, ibarat peperangan, perang yang kita lakukan adalah perang yang dibenarkan, sebuah war of necessity, sebuah justice war, perang untuk mendapatkan keadilan," sambungnya. (whn/maa)