Round-Up

Kala KPK Tepis OTT Nurdin Abdullah Dikaitkan 'Om Kumis'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 07:52 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengenakan rompi KPK usai dilakukan pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021). Gubernur yang pernah mendapat penghargaan dari KPK tersebut kini justru menjadi tersangka dalam kasus korupsi.
Nurdin Abdullah (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Isu liar beredar setelah KPK menangkap Gubernur Sulawesi Selatan yang kini nonaktif, Nurdin Abdullah. Tudingan itu mulai dari sosok 'om kumis' di balik OTT hingga pelibatan buzzer. Semua ditepis oleh KPK.

Seperti diketahui, KPK menangkap Nurdin Abdullah pada 26 Februari 2021 di rumah dinasnya. Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Nurdin Abdullah mengaku dia diamankan saat sedang tidur dan tak tahu apa-apa soal suap.

Di sisi lain, KPK menegaskan punya bukti kuat untuk menjerat mantan Bupati Bantaeng itu. KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah titik pasca-OTT Nurdin Abdullah.

Kala KPK bekerja, serangan justru datang. Tudingan-tudingan datang dari pemilik akun YouTube bernama Aoki Vera. Lewat video berjudul 'Ada Apa dengan KPK?', dia membela Nurdin Abdullah yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK terkait dugaan suap sejumlah proyek infrastruktur.

Menurut Aoki Vera, ada sosok 'om kumis' di balik OTT Nurdin Abdullah. Namun dia tak menyebut secara gamblang siapa 'om kumis' yang dimaksud.

"Sekarang bagaimana kalau sekarang Gubernur ditangkap pasti harus ada plt-nya, yang bakal naik plt otomatis wakilnya. Kita lihat saja di lingkaran orang tersebut ada siapa saja. Ada kakaknya, kakaknya siapa? Mantan Kementan, Kementan orangnya 'om kumis'. Jadi siapa pun orang yang mulai susah disetir oleh 'om kumis' harus didepak ceritanya," kata perempuan tersebut seperti dilihat di channel YouTube Aoki Vera, Kamis (4/3/2021).

KPK pun menepis tudingan itu. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri meminta publik tidak membuat opini yang dapat mengaburkan proses penyidikan terkait OTT KPK Nurdin Abdullah.

"KPK meminta pihak-pihak untuk tidak mengaburkan fakta dengan membentuk opini dan asumsi yang menggiring masyarakat. KPK juga meminta masyarakat tidak terpengaruh dan terus mengikuti proses penyidikan yang sedang kami lakukan ini," kata Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

"Dalam penanganan perkara ini, KPK pastikan telah memiliki bukti permulaan yang cukup menurut UU untuk menetapkan NA (Nurdin Abdullah) dkk sebagai tersangka," tambah Ali.

Selengkapnya pernyataan KPK dapat disimak di halaman berikutnya.

Simak juga 'Kembali Geledah Kantor Gubernur Sulsel, KPK Bawa Tiga Koper':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3