Menlu Jepang-Indonesia Bicara Via Telepon, Bahas Demonstrasi di Myanmar

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 02:41 WIB
Menlu ASEAN Akan Rapat, Berupaya Redam Eskalasi Kekerasan di Myanmar
Foto: DW (News)
Jakarta - Menteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitsu telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melalui sambungan telepon. Salah satu hal yang dibahas dalam pembicaraan tersebut adalah soal penanganan demonstrasi penolak kudeta oleh militer di Myanmar.

Pertemuan itu berlangsung pada Kamis (4/2/2021) pukul 17.00 WIB. Pertemuan itu berlangsung selama 30 tahun.

Kedutaan Besar Jepang di Jakarta menyampaikan, beberapa isi pembicaraan antara dua Menlu. Salah satu hal yang dibahas adalah perkembangan politik di Myanmar. Menurut kedua Menlu tersebut, penanganan demonstrasi harus tanpa kekerasan.

"Kedua Menteri Luar Negeri melanjutkan tukar pikiran tentang situasi di Myanmar secara mendalam setelah telewicara yang diselenggarakan pada bulan Februari, dan sepakat bahwa kedua pihak berbagi pemahanan yang memprihatinkan kondisi di Myanmar secara serius di mana jatuhnya banyak korban jiwa dan luka dari warga sipil sebagai akibat dari penggunaan kekerasan oleh otoritas keamanan Myanmar dalam aksi demonstrasi di berbagai tempat di Myanmar termasuk kejadian kemarin," kata Bagian Informasi dan Budaya Kedubes Jepang, Mamiko Setyawaty, dalam keterangannya, Jumat (5/3/2021).

"Menteri Luar Negeri Motegi menegaskan kembali sikap pemerinah Jepang bahwa Jepang tetap mendesak tentara Myanmar agar segera menghentikan tindakan yang menggunakan kekerasan terhadap warga sipil, membebaskan tokoh-tokoh yang ditahan termasuk Penasehat Negara (State Counsellor) Daw Aung San Suu Kyi, serta memulihkan kembali sistem politik demokratis yang cepat," katanya.

Menteri Luar Negeri Motegi menghargai dan menyambut baik prakarsa Indonesia dalam menyelenggarakan Informal ASEAN Ministerial Meeting dan kerja kerasnya ASEAN dalam mengatasi isu Myanmar melaui dialog.

"Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Retno menyampaikan upaya ASEAN termasuk pentingnya menjaga keselamatan rakyat Myanmar dan pemulihan proses demokrasi serta menjelaskan hasil Informal ASEAN Ministerial Meeting yang telah diselenggarakan pada 2 Maret 2021. Kedua Menlu juga sepakat untuk melanjutkan kerja sama atas isu Myanmar," kata Mamiko.


Menlu Motegi menyampaikan keprihatinan yang serius atas perkembangan terkini termasuk Undang-Undang Penjaga Laut Tiongkok. Selain itu, dibahas juga kerjasama bilateral antara Jepang dan Indonesia.


"Kedua menlu berbagi pemahaman terhadap situasi regional di antaranya adalah isu-isu tentang Lant Cina Timur dan Laur Cina Selatan dan sepakat untuk melanjutkan kerja sama secara erat," katanya.

"Selain itu, kedua Menlu juga membahas tentang kerja sama bilateral," ujarnya.

Simak juga 'Menlu Retno: RI Desak Aparat Myanmar Tak Gunakan Kekerasan':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)