Polisi Jelaskan Kondisi Penyayat Perawat Yayasan Selama Diobservasi RSJ

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 17:35 WIB
Tersangka pelecehan seksual di Bandara Soekarno-Hatta ditangkap di Sumut
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

RA (19), pelaku penganiayaan yang menyayat leher Deri Winanto (32), perawat Yayasan Dhira Suman TriToha, masih diobservasi di Rumah Sakit Jiwa. Polisi menjelaskan kondisi RA kini.

"Terhadap saudara RA hasil pemeriksaan negatif menggunakan narkotika," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho dalam keterangannya, Kamis (4/3/2021).

Alexander mengatakan proses observasi kejiwaan pelaku RA di RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Grogol, masih berlangsung. Pelaku RA disebut sejak 1 Maret 2021 sudah tidak dilakukan viksasi (diikat).

"Sejak tanggal 1 Maret 2021 saudara RA sudah tidak diviksasi (diikat) pada bagian tangan dan untuk kegiatan makan-minum dilakukan seorang diri." imbuhnya.

Selain itu, dia menambahkan sejak hari ini kondisi kejiwaan pelaku pun semakin terkendali. Proses pemberian obat sudah mulai dikurangi.

"Dari pihak RS menyatakan terhadap RA selama menjalani visum tidak akan diberikan obat, namun jika pada saat berada di ruang isolasi melakukan hal yang dapat membahayakan jiwa raganya akan dilakukan pemberikan obat tidur atau jika urgent akan diberikan obat lainnya," paparnya.

Alexander menambahkan pihaknya masih menunggu 14 hari ke depan untuk memastikan status kejiwaan dari pelaku tersebut. Hasil observasi itu nantinya akan berpengaruh dalam proses penyelidikan yang akan dilakukan kepolisian.

"Sesuai dengan SOP rumah sakit bahwa untuk visum kejiwaan tim dokter membutuhkan waktu 14 hari, namun dapat diperpanjang tergantung kondisi pasien," terang Alexander.

Tindakan penganiayaan RA kepada korban terjadi pada Jumat (26/2) sekitar pukul 00.55 WIB di Terminal 2 Bandara Soetta. Pelaku saat itu menyerang korban berbekal satu pisau cukur.

"Korban Saudara Deri mengalami tiga urat leher putus, satu urat tendon tangan putus. Korban mendapatkan 24 jahitan," terang Alexander.

Pelaku sendiri hingga kini masih menjalani proses observasi di RS Jiwa Soeharto Heerdjan. Polisi masih menunggu hasil observasi tersebut untuk menentukan langkah penyelidikan ke depan.

Sementara itu, Alexander mengungkapkan keluarga korban menyatakan telah memaafkan tindakan dari pelaku. Namun pihak keluarga korban mengaku ingin tetap melanjutkan proses hukum yang saat ini masih berproses.

"Pihak keluarga menerangkan dari sisi sosial memaafkan, namun masalah kriminal ini mau dilanjut," pungkas Alexander.

(ygs/mea)