Ketua KY Minta KPK Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim Agung

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 17:27 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Farih Maulana/detikcom)
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi Yudisial (KY) Mukti Fajar Nur Dewata mendatangi KPK pada siang ini. Kedatangan Mukti Fajar ke KPK untuk meminta bantuan KPK dalam menelusuri rekam jejak para calon hakim agung yang tengah direkrut oleh KY.

"Tadi sudah lakukan diskusi dengan komisioner KY yang intinya sudah disampaikan Pak KY, KY akan melakukan rekrutmen kepada kebutuhan 13 hakim agung dan itu sudah ada pendaftaran. KPK diminta untuk menelusuri rekam jejak calon hakim nanti disampaikan nama-namanya kalau udah lolos administrasi," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (4/3/2021).

Alex mengungkap rekam jejak yang dimaksud adalah apakah calon hakim tersebut patuh terhadap LHKPN, apakah kekayaan calon hakim agung itu sesuai dengan profilnya, hingga analisis transaksi keuangan calon hakim agung tersebut. Menurutnya, calon hakim agung tersebut harus betul-betul memiliki integritas.

"Kalau masalah kemampuan teknis, kalau calon hakim tersebut dari hakim karier sudah tidak diragukan lagi. Tapi kita menginginkan seorang hakim agung yang berintegritas itu tadi," ucapnya.

Alex juga mengungkap bahwa KPK diminta mengawasi hakim. Pengawasan itu dimulai dari tingkat pertama sampai tingkat agung yang wilayahnya dari Sabang sampai Merauke.

"Sementara KY hanya berkedudukan di Jakarta dengan SDM terbatas," katanya.

Dia menyebut bahwa KPK bersinergi dengan KY terkait pengawasan hakim dalam hal dugaan korupsi. Menurutnya, KPK beberapa kali mendapat laporan masyarakat terkait adanya hakim yang menerima suap.

"Sebagaimana teman-teman ketahui bahwa KPK menerima laporan masyarakat terkait dengan misalnya dugaan tipikor oleh hakim kami juga menerima dan umumnya tindak lanjut yang kami lakukan, penetapan misalnya kalau dugaan itu terkait suap," katanya.

Sementara itu, Mukti Fajar menyebut kunjungannya ke KPK menjadi bagian dari program kerja prioritas KY yakni membangun sinergi dengan lembaga-lembaga negara dan juga lembaga-lembaga Non-Governmental Organization atau NGO. Menurutnya, kunjungan ini untuk meningkatkan kinerja KY sesuai kewenangannya, yaitu menjaga martabat dan keluhuran hakim sesuai konstitusi.

"Adapun kekhususan kita ke KPK ini adalah dalam rangka menjalin kerja sama pada proses rekrutmen calon hakim agung yang sudah kami buka, di mana proses ini nanti akan libatkan sharing informasi dan juga berbagai data tentang para hakim tersebut," katanya.

"Kedua, kerja sama mengenai pengawasan hakim yang nanti kita akan bentuk PIC untuk secara teknis melakukan pengawasan hakim yang jadi kewenangan KY yang terkait dengan kewenangan KPK," pungkasnya.

(fas/isa)