Andre Rosiade Bela Walkot Bukittinggi soal ASN Wajib Subuh Berjemaah

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 14:41 WIB
Andre Rosiade
Foto: Istimewa
Jakarta - Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumbar Andre Rosiade merasa aneh dengan statemen Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim terkait kebijakan Wali Kota Bukittinggi Erman Syafar mengeluarkan aturan mewajibkan semua aparatur sipil negara (ASN) pria muslim di daerahnya salat subuh berjemaah setiap Jumat. Bahkan, Luqman meminta Mendagri Tito Karnavian turun tangan membina Erman Syafar.

Andre yang juga Anggota Komisi VI DPR RI menyebut Luqman tidak perlu mengurusi Sumbar yang jauh dari Dapilnya Jawa Tengah. Apalagi, apa yang diputuskan Erman Safar yang merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Bukittinggi itu dilaksanakan di kota yang berfalsafahkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) atau adat bersandikan (mengacu) kepada syarak (agama) dan syarak bersendi Kitabullah (Al-Quran).

"Lagi pula apa yang dilakukan Wako Bukittinggi ini juga bukan hal yang baru. Sangat banyak kepala daerah, baik gubernur sampai bupati/wali kota memutuskan hal yang sama. Tidak ada masalah dan ini pun hanya diberlakukan untuk ASN yang beragama Islam saja, bukan semuanya," kata Andre dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3/2021).

Andre mencontohkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah mengeluarkan surat edaran tentang gerakan berjemaah salat fardhu lima waktu di masjid bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Surat bernomor 451/111/kesra tertanggal 12 Maret 2019 tentang Shalat Berjemaah Tepat Waktu tersebut, menurutnya aman-aman saja.

Bahkan, Gubernur Banten Wahidin Halim mewajibkan kepada seluruh pegawai salat dzuhur berjamaah di Masjid Raya Al-Bantani KP3B, Serang. Hal itu ditegaskan Wahidin melalui surat edaran yang dikirimkan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten.

"Dua Gubernur di Indonesia juga melakukan hal yang sama," kata Andre.

Selanjutnya, sebut Andre, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi juga mewajibkan seluruh ASN wajib mengikuti salat berjemaah. Selain itu, juga wajib mengikuti salat subuh berjemaah, yakni pada setiap Jumat di Masjid Agung Kota Sukabumi. Bahkan menginstruksikan kepada seluruh Kepala SKPD agar menghentikan berbagai aktivitas pekerjaannya pada waktu dzuhur dan ashar, serta melaksanakan berjemaah.

Di Sumatera, kata Andre, Wali Kota Palembang Harnojoyo secara resmi telah meneken peraturan tentang gerakan shalat subuh berjamaah. Tidak main-main, ASN atau pejabat utama yang tak ikut shalat akan dicopot. Di Kota Palembang, saat ini ada 16.000 ASN dan 1.600 di antaranya menjadi pejabat. Oleh karena itu, pejabat muslim yang tidak ikut dalam gerakan salat subuh akan dicopot.

"Aturan itu dituangkan dalam Perwakot Nomor 69 Tahun 2018 tentang gerakan shalat subuh berjemaah disebut sebagai wujud nyata safari salat subuh. Gerakan ini telah digagas Harnojoyo sejak 3 tahun lalu saat menjabat wali kota periode pertama. Itu contohnya saja, mungkin masih banyak yang lainnya juga," kata Andre Rosiade.

Andre meminta pihak-pihak tertentu jangan memperkeruh suasana dengan memojokkan pejabat daerah yang mengeluarkan aturan yang harusnya didukung. Bukan malah ditakut-takuti dengan diadukan ke Mendagri.

"Kami mendapat informasi, warga Kota Bukittinggi dan Sumbar umumnya mengapresiasi langkah Erman Safar mengeluarkan peraturan itu. Karena Bukittinggi adalah kota yang memiliki tingkat religius yang tinggi," katanya.

Andre menegaskan sebagai ketua DPD Gerindra Sumbar, dia mendukung penuh langkah yang dilakukan kader Gerindra Erman Safar itu. Dia meminta semua pihak membiarkan para kepala daerah yang baru dilantik ini menunjukkan kinerjanya, bukan langsung dipatahkan.

"Kami menyatakan mendukung penuh langkah Walkot Bukittinggi Erman Safar ini," pungkasnya. (akn/ega)