Kasus Ekspor Benur, KPK Panggil Direktur Produksi dan Usaha Perikanan Budidaya KKP

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 11:28 WIB
Gedung baru KPK
Ilustrasi gedung KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil empat orang saksi terkait kasus suap ekspor benih lobster atau benur. Satu di antara saksi tersebut adalah Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Arik Hari Wibowo.

"Yang bersangkutan dipanggil menjadi saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Sedangkan tiga saksi lainnya adalah Romel Sungoro yang tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Dasep Herdiansyah dan Eko Irwanto. Dasep dan Eko tercatat dalam jadwal pemeriksaan KPK sebagai swasta.

Sebelumnya, KPK menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Menteri Kelautan Perikanan, Edhy Prabowop; mantan staf khusus Edhy Prabowo, Safri dan Andreau Pribadi Misanta; pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) Siswadi; staf istri Edhy Prabowo, Ainul Faqih; sekretaris pribadi Edhy Prabowo, Amiril Mukminin; serta Direktur PT DPP, Suharjito.

Suharjito ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjadi pemberi suap. Sedangkan enam orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjadi penerima suap.

KPK menyebut PT DPP yang merupakan calon eksportir benur diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Edhy Prabowo diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy.

Suharjito telah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dia didakwa memberi suap ke Edhy Prabowo sebesar Rp 2,1 miliar terkait kasus ekspor benur.

Simak juga 'Pengepul Benih Lobster Dibekuk Petugas':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/isa)