Partai Demokrat Ungkap Alasan Atur KLB Harus Disetujui SBY

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 10:15 WIB
Andi Arief (Dok. Istimewa)
Andi Arief (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Desakan kongres luar biasa (KLB) untuk melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat terus disuarakan sejumlah kader yang dipecat. Aturan PD mengharuskan KLB disetujui Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai. PD mengungkapkan alasan di balik peraturan ini.

"Demokrat belajar sejarah kepartaian Indonesia bagaimana partai bisa direbut paksa/dijual. Konsep majelis tinggi 'kunci' agar cara brutal pengambilalihan bisa dicegah," kata Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief dalam cuitan yang dibagikan kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Andi Arief menjelaskan peran penting Majelis Tinggi PD. Menurut dia, niat sejumlah kader untuk melengserkan AHY sudah diantisipasi sejak lama.

"Majelis tinggi jadi penjaga ideologi sekaligus kontinuitas partai. Niat Jhoni Allen dan lain-lain sudah kita antisipasi lama," sebut Andi Arief.

Untuk diketahui, Partai Demokrat menuduh Jhoni Allen hingga Nazaruddin dan Kepala KSP bersekongkol ingin melengserkan AHY lewat KLB. Andi Arief berharap pejabat negara terkait tidak membolehkan KLB jika tak diizinkan SBY.

"Menpolhukam, depkumham dan kepolisian apakah akan hormati AD/ART partai, KLB harus dapat izin ketua majelis tinggi partai dalam hal ini Pak SBY. Kalau tidak ada izin majelis tinggi, KLB adalah kerumunan ilegal," ucap dia.

Selain itu, Andi Arief mengklaim Partai Demokrat punya suara signifikan untuk perhelatan pilpres. Faktor inilah, katanya, yang mendasari sejumlah pihak ingin merebut PD.

"Pileg berbarengan dengan pilpres menggunakan suara hasil pemilu sebelumnya seperti saat ini, menjadi faktor pemburu rente dan kekuasaan memilih jalan pintas merebut partai yang suara signifikan. Suara 7,8 persen Partai Demokrat yang sedang diburu dan akan dijual agar bisa nyapres," klaim dia.

Jhoni Allen Marbun, yang dipecat PD terkait isu kudeta, telah menggugat AHY, Sekjen PD Teuku Riefky Harsya, hingga Hinca Pandjaitan. Sementara itu, eks Sekjen PD Marzuki Allie, yang juga dikaitkan dengan isu ini, bakal menempuh jalur kepolisian karena merasa difitnah.

Simak video 'KLB Demokrat Ada di Tangan SBY':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)