Kejagung Siapkan Kasasi Vonis 20 Tahun Bui Eks Dirkeu Jiwasraya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 10:07 WIB
Jampidsus Ali Mukartono
Ali Mukartono (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta mengubah vonis mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. Kejaksaan Agung (Kejagung) menyiapkan kasasi atas putusan itu.

"Ya rancangannya sudah ada. Iya (kasasi)," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Ali mengatakan kasasi tak hanya terkait perubahan hukuman penjara saja. Ali mengatakan pihaknya masih menunggu salinan putusan dari PT DKI.

"Misalnya begini, Syahmirwan (eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya) sama Hendrisman Rahim (mantan Direktur Utama Jiwasraya) itu kan sudah sesuai tuntutan. Nah tetapi apakah dia menjadi hukuman denda apa tidak, kita belum tahu, belum dapat, karena di tindak pidana korupsi itu kan pidana badan dengan denda itu kan 'dan'," ujar Ali.

"Dari Kejati belum, belum ada laporannya," sambungnya.

Sebelumnya, vonis Hary Prasetyo diubah dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara oleh PT DKI Jakarta. Hary tetap dinyatakan bersalah dengan kawan-kawannya karena korupsi dana Jiwasraya.

Majelis tinggi menilai hukuman penjara seumur hidup yang dijatuhkan PN Jakpus kurang memenuhi tatanan teori pemidanaan yang dianut dalam sistem hukum di Indonesia. Sebab, dalam tatanan teori pemidanaan, ketika seseorang dinyatakan bersalah sehingga yang bersangkutan harus dipidana, tujuan pemidanaan tidak semata-mata merupakan pembalasan dengan segala konsekuensi keterbatasan ruang dan lingkungan, rasa malu, dan pengekangan bagi si terpidana.

"Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan mengubah lamanya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa," kata ketua majelis Haryono dalam putusan yang dilansir di website PT DKI Jakarta, Kamis (24/2).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar. Jika denda tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan," sambung majelis yang beranggotakan Sri Andini dengan anggota M Lutfi, Reni Helida, dan Lafat Akbar itu.

Simak juga 'Dua Pembobol Jiwasraya Juga Jadi Tersangka Kasus PT Asabri':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/haf)