Round-Up

4 Hal soal Dugaan Suap di Ditjen Pajak Meski Tersangka Belum Terkuak

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 06:57 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Lagi-lagi penyidik KPK mengusut dugaan suap di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak/DJP). Namun KPK belum mengumumkan siapa tersangka yang dijerat meski perkara ini sudah masuk ke tahap penyidikan.

Dalam perkara ini sebenarnya KPK sudah melakukan sejumlah penggeledahan tetapi belum dipublikasikan. Hanya saja Wakil Ketua KPK Alexander Marwata sedikit memberikan bocoran.

"Biar temen-temen penyidik sekarang bekerja sehingga buktinya cukup kuat, nanti kita tetapkan tersangka langsung kita tahan orangnya," ucap Alexander kepada wartawan pada Selasa, 2 Maret 2021.

KPK di era kepemimpinan Firli Bahuri Cs ini memang memiliki aturan berbeda dari sebelumnya. Untuk saat ini KPK baru akan mengumumkan siapa tersangka dari suatu kasus apabila si tersangka sudah ditangkap atau ditahan.

Lantas apa saja yang sudah diketahui dari kasus ini?

1. Modus

Alexander mengatakan modus suap dalam perkara ini masih sama dengan sejumlah perkara pajak yang ditangani. Dia menyebut pengurusan pajak sebuah perusahaan agar pajak perusahaan yang dimaksud bernilai rendah.

"Kalau di pajak kan modusnya seperti itu, gimana caranya supaya WP (wajib pajak) bayar pajak rendah dengan cara menyuap pemeriksanya agar pajaknya diturunkan," kata Alexander.

2. Nilai Suap Puluhan Miliar

Alexander mengatakan bila KPK sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan untuk memeriksa perusahaan yang dimaksud menyuap pemeriksa pajak. Untuk nilai suapnya disebut Alexander sekitar puluhan miliar rupiah.

"Nilai suapnya besar juga puluhan miliar juga," kata Alexander.

"Jadi satu sisi kita tangani suapnya, nanti temen-temen Irjen dan Dirjen Pajak itu akan melakukan pemeriksaan uang yang terhadap WP yang dalam pemeriksaan awal itu yang mengandung suap tadi pemeriksaannya nggak bener, itu diperiksa ulang. Supaya ditentukan pajak yang bener berapa. Kalau memang bener ada kekurangan pajak dendanya itu kan 200 persen," imbuhnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara perihal kasus ini. Apa kata Sri Mulyani?

Simak video 'KPK Bakal Bongkar Dugaan Suap Puluhan Miliar di Ditjen Pajak':

[Gambas:Video 20detik]



3. Sri Mulyani Bebastugaskan Pegawai Ditjen Pajak

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati langsung merespons pengusutan kasus yang dilakukan KPK. Dia mengaku sudah membebastugaskan pegawainya yang diduga terlibat.

"Terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang oleh KPK diduga terlibat di dalam dugaan suap tersebut telah dilakukan pembebasan tugas," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual pada Rabu (3/3/2021).

Pembebasan tugas dan pengunduran diri pegawai yang diduga terlibat kasus suap ini, dikatakan Sri Mulyani, untuk memudahkan lembaga antirasuah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Dan yang bersangkutan telah mengundurkan diri dan sedang diproses dari sisi administrasi ASN. Dengan langkah tersebut proses penegakan hukum oleh KPK tidak akan memberikan imbas negatif kepada kinerja dari organisasi DJP (Ditjen Pajak)," ujarnya.

4. KPK Belum Buka Identitas Tersangka

Di sisi lain KPK melalui pelaksana tugas juru bicaranya Ali Fikri mengatakan sampai saat ini belum akan menggelar konferensi pers soal siapa tersangka dalam kasus itu. Ali meminta publik memahami kebijakan tersebut dan meminta waktu agar penyidik KPK dapat menyelesaikan tugasnya lebih dahulu.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail kasus dan tersangkanya karena, sebagaimana telah kami sampaikan, bahwa kebijakan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan," kata Ali.

"Berikutnya, pada waktunya, KPK pasti akan memberitahukan kepada masyarakat dan rekan-rekan media tentang konstruksi perkara, alat buktinya apa saja dan akan dijelaskan siapa yang telah di tetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya," ucap Ali.

(dhn/dhn)