Round-Up

Urusan Sampah Bau di Pekanbaru Bikin Menteri Turun Tangan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 04:34 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya
Foto: Menteri LHK Siti Nurbaya (Dok. KLHK)

Penumpukan sampah di Pekanbaru terjadi akibat kontrak dengan pihak ketiga berakhir pada akhir Desember 2020. Karena kontrak berakhir, pengangkutan sampah di beberapa titik di Pekanbaru terkena dampak, karena minimnya kendaraan dan petugas.

Sejumlah pejabat Pemkot Pekanbaru juga sudah diperiksa oleh Polda Riau. Wali Kota Pekanbaru Firdaus dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru tak luput dari panggilan pemeriksaan Polda Riau.

"Sekda dan Wali Kota sudah kami periksa. Pekan lalu periksa di Polda," terang Kombes Teddy.

Polda Riau pun sudah meningkatkan status penanganan kasus pengelolaan sampah di Pekanbaru dari penyelidikan ke penyidikan pada 15 Januari 2021 lalu. Penyidik Polda Riau menerapkan Pasal 40 dan atau 41 UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang ancaman pidananya 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Sementara, proses lelang untuk pengangkutan sampah masih berjalan. Lelang pengangkutan sampah sudah ditayangkan di situs https://www.lpse.pekanbaru.go.id.

Ada dua zona yang di lelang di situs tersebut. Lelang dua zona masuk situs pada 22 Februari lalu. Total nilai lelang zona I senilai Rp 22,9 miliar dan zona II Rp 20,3 miliar, yang diikuti 38 peserta lelang dari kedua zona.

Halaman

(zak/eva)