TP3 Tetap Bacakan Sumpah Mubahalah soal Km 50 Tanpa Kehadiran Pihak Polisi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 16:36 WIB
TP3 terkait tewasnya 6 laskar FPI.
Ilustrasi Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) pada jumpa pers 21 Januari 2021. (Dok. detikcom)
Jakarta -

Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) menggelar sumpah mubahalah terkait peristiwa 6 laskar FPI tewas ditembak di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek. Momen pembacaan sumpah mubahalah itu tanpa dihadiri pihak dari Polda Metro Jaya.

Pembacaan sumpah mubahalah itu disiarkan langsung lewat akun YouTube Neno Warisman Channel. Semula moderator mempersilakan pihak keluarga, yang diwakilkan oleh Ustaz Syuhada, membacakan sumpah mubahalah tersebut.

"Pada hari ini siang ini kita dari keluarga yang melakukan mubahalah, sebelum kita mulai kita coba panggil kemungkinan ada dari pihak kepolisian hadir di belakang kita kami persilakan untuk maju ke depan untuk dilakukan acara mubahalah itu. Apabila tidak, maka akan dilakukan mubahalah sepihak," ujar seorang moderator, seperti disarikan dalam YouTube Neno Warisman Channel seperti dilihat Rabu (3/3/2021).

Namun, sebelum pembacaan sumpah mubahalah itu dimulai, anggota TP3 Abdullah Hehamahua dipersilakan untuk menyampaikan pernyataannya. Termasuk juga Ustaz Ansufri Idrus Sambo. Sejumlah pihak yang hadir dalam pembacaan sumpah mubahalah itu antara lain Amien Rais, Neno Warisman, hingga Marwan Batubara.

Setelah Ustaz Sambo menyampaikan pertanyaannya, sumpah mubahalah itu pun dibacakan.

"Demikian mubahalah tanpa kehadiran dari pihak yang merasa diundang. Silakan kalau ada pihak yang bersebelahan, merasa benar datang pada kami datang ingin bermubahalah kami tunggu," ujar seorang ustaz yang membacakan sumpah mubahalah.

Setelah pembacaan sumpah mubahalah itu, giliran Amien Rais menyampaikan pernyataan.

"Kita mengharapkan mudah-mudahan kami yakin mereka yang tidak datang, sudah kita undang tapi tidak datang maka permintaan kita pada Allah mudah-mudahan-mudahan Allah memberikan laknat bagi mereka," ujarnya.

Sementara itu, Marwan Batubara mengatakan TP3 akan terus melakukan advokasi berkelanjutan terhadap keluarga korban. Dia meminta Presiden Joko Widodo memberi perhatian.

"Saya ingin menyatakan bahwa TP3 seperti kami sudah nyatakan pada pernyataan sikap di Hotel Atlet Century bahwa kami akan terus melakukan advokasi berkelanjutan, ini salah satu, berikutnya nanti kami akan terus lakukan, sambil kami tetap mengingatkan pemimpin tertinggi, aparat negara itu kan ada pemimpin tertingginya, ada memang Kapolri, tapi yang lebih tinggi itu Presiden, jadi kami di sini mengingatkan Pak Jokowi supaya memperhatikan," ujar Marwan.

"Kami sudah kirim surat ke Pak Jokowi, tapi jawaban tak sesuai harapan kami, tak masalah, tak kecewa, tapi kembali kami menyatakan kami terus melakukan advokasi berkelanjutan, siapa tau Pak Jokowi bisa berubah sikap di tengah jalan, tapi seandaianya pun tidak, namanya advokasi sepanjang adanya nyawa di kantung badan kita akan terus melakukan itu," sambung dia.

(idn/imk)