Merasa Punya Power, Bos Perusahaan di Jakut Lecehkan Karyawati Berkali-kali

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 15:38 WIB
A young woman protects herself by hand
Ilustrasi pelecehan seksual (Foto: iStock)
Jakarta -

Bos salah satu perusahaan di Jakarta Utara inisial JH (47) ditangkap usai melakukan pelecehan seksual kepada dua karyawatinya inisial DF (25) dan ESF (22). Apa yang membuat tersangka berani melakukan pelecehan kepada karyawatinya itu?

"Dia merasa pimpinan punya kewenangan, dia menganggap semua anak buah bisa dilakukan semena-mena. Merasa punya power," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi saat dihubungi detikcom, Rabu (3/3/2021).

Tindakan tersangka kepada kedua karyawatinya diketahui terjadi pada September 2020. Saat itu kedua korban merupakan sekretaris pribadi tersangka.

Dari hasil penyelidikan diketahui ada dua korban lainnya dari tindakan pelecehan tersangka JH inisial BB dan AA. Kedua korban tersebut diketahui rekan bisnis dari tersangka.

Tindakan pelecehan tersangka kepada kedua korban terjadi pada Oktober 2020. Saat itu kedua korban datang menemui tersangka untuk keperluan bisnis.

Tersangka JH pun tetap menggunakan modus yang sama dalam melakukan aksi pencabulan kepada AA dan BB. Nasriadi mengatakan kepada kedua korban tersebut pelaku juga mengaku sebagai peramal.

"Kalau karyawati kapanpun dia bisa buat kan berkali-kali. Kalau partner kerja kan ketika datang ke tempat dia. Itu sempat ditelanjangi mau diramal ini itu buka aura dan sebagainya gitu loh. Modusnya sama," terang Nasriadi.

Salah satu korban karyawati, EFS (22) mengaku pelaku melakukan aksi bejatnya di ruang meeting saat keadaan sedang sepi. Perbuatan itu dilakukan berkali-kali, setiap pelaku memiliki kesempatan.

"Iya di kantor saat-saat meeting, di ruangan meeting, saat ruangan itu sepi. Setiap kali ada kesempatan, JH melakukan itu," ujar EFS di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (2/3/2021).

EFS mengaku bekerja bersama JH dari September hingga November 2020. Dia bekerja sebagai sekretaris JH.

Tindakan bejat tersangka akhirnya dilaporkan kedua mantan karyawatinya itu pada Senin (8/2) di Polres Metro Jakarta Utara. Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil menangkap tersangka di kantornya pada Jumat (26/2).

Adapun barang bukti yang diamankan berupa rekaman video tindakan pelecehan dan pakaian korban. JH pun dijerat Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Lihat juga video 'Dosen IAIN Parepare Diduga Lecehkan Mahasiswi, Rektorat Didemo':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mea)