Viral Lansia Antre Vaksin di BBPK Jakarta, Kemkes: Gegara Broadcast Hoax di WA

Indra Komara, Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 12:50 WIB
Jakarta -

Viral antrean para lansia hendak divaksinasi COVID-19 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta di Jalan Hang Jebat Raya, Jakarta. Para lansia itu tampak menunggu giliran untuk divaksinasi.

Antrean itu terjadi pada Selasa (2/3) kemarin dan hari ini. detikcom mengecek langsung ke lokasi. Per pagi tadi juga masih ada antrean tapi tidak sepanjang hari kemarin. Antrean lansia itu juga tidak lama, per pukul 11.20 WIB, para lansia yang sempat antre sudah masuk ke gedung BBPK untuk divaksinasi.

Kemenkes pun mengungkap penyebab antrean lansia hendak divaksinasi itu. Usut punya usut, ternyata antrean itu berawal dari pesan berantai di aplikasi WA yang isinya mengajak lansia divaksinasi hanya dengan menunjukkan KTP.

"Kejadian ini berawal dari penyebaran HOAKS broadcast via WA," demikian cuit akun Kemenkes, dilihat Rabu (3/3/2021).

Kemenkes memperlihatkan broadcast WA yang disebut hoax tersebut. Broadcast itu menyebutkan ada jatah 1.000 orang per hari untuk vaksinasi Corona bagi lansia dan lansia cukup datang membawa KTP. Bahkan disebutkan pemilik KTP non-DKI bisa juga divaksinasi di BBPK.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan dr Maxi Rein Rondonuwu menerangkan pihak Kemenkes sudah mengatur antrean. Dia menduga besarnya animo masyarakat, khususnya para lansia, untuk divaksinasi itu akibat beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang menyebutkan lansia bisa divaksinasi hanya menunjukkan KTP serta pemilik KTP non-DKI bisa divaksinasi di BBPK.

"Kita sudah atur yang datang itu lansia yang sudah.. tapi yaitu WA-nya itu semua bisa dilayani di situ, orang baca WA dia datang. WA beredar, saya nggak tau WA-nya itu apa namanya itu sudah dari berbagai penjuru orang WA beredar luas," papar Maxi.

"Padahal kita nggak pernah berikan publikasi keseluruhan, kita sudah atur dengan Dinkes untuk mengatur wilayah Puskesmas wilayah mana yang antreannya panjang bisa digeser ke situ, tapi orang kan animo tinggi orang pada datang," imbuhnya.

Maxi juga menerangkan soal ada lansia yang tidak terdata ketika hendak divaksinasi. Dia mengatakan warga yang tidak terdaftar bisa melakukan registrasi langsung di lokasi.

"Jadi lansia di DKI bahkan seluruh Indonesia kita sudah punya data top down yang kita ambil dari data Dukcapil jadi sebenarnya kalau dia datang itu sebenarnya tinggal bawa NIK. Karena sudah terdata di sistem peduli satu data dan itu data kita ambil dari Dukcapil, data Dukcapil kan lengkap. Kalau ada salah NIK atau tak terdaftar bisa daftar on side, bisa di tempat ada mekanisme," jelas dia.

Kemenkes dalam lanjutan cuitannya di Twitter sudah meminta maaf. Kemenkes meluruskan vaksinasi di BPPSDMK Jakarta dikhususkan bagi lansia dengan kriteria berdomisili dan punya KTP DKI Jakarta, dalam kondisi sehat, hingga harus mendaftar melalui link dki.kemkes.go.id.

Simak juga video 'Ratusan Pedagang di Mal Kota Bandung Jalani Vaksinasi Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/imk)