detikcom Do Your Magic

Before-After Pembatas Jl Cilincing: Dulu Rawan, Kini Aman

Afzal Nur Iman - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 12:43 WIB
Masalah pembatas Jl Raya Cilincing yang rawan kecelakaan, kini tuntas. (Tim Infografis Luthfy Syahban/detikcom)
Masalah pembatas Jl Raya Cilincing yang rawan kecelakaan kini tuntas. (Tim Infografis Luthfy Syahban/detikcom)

1. Kondisi

Before

Jumat (26/2) pukul 18.40 WIB kemarin, pembatas jalan ini berwarna abu-abu. Catnya pudar karena tertutup debu jalan. Warnanya sama seperti warna aspal permukaan Jl Raya Cilincing.

Pembatas Jalan di Cilincing, Jakarta Utara yang sering buat kecelakaan.Pembatas Jalan di Cilincing, Jakarta Utara, yang sering buat kecelakaan. (Afzal Nur Iman/detikcom)

After

Minggu (28/2), Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengecat pembatas jalan itu dengan warna cerah, yakni kuning-hitam. Warnanya terlihat cukup kontras dengan permukaan jalan.

Pembatas jalan rawan kecelakaan di Jl Raya Cilincing, Kali Baru, Jakarta Utara kini dicat. 1 Maret 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)Pembatas jalan rawan kecelakaan di Jl Raya Cilincing, Kali Baru, Jakarta Utara, kini dicat. 1 Maret 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)

2. Visibilitas

Before

Sebelum dicat, visibilitas atau keterlihatan pembatas jalan ini rendah, apalagi bila malam hari dan hujan. Keberadaan pembatas jalan ini tersamarkan dengan warna aspal yang sama-sama abu-abu.

Pembatas Jalan di Cilincing, Jakarta Utara yang sering buat kecelakaan.Pembatas Jalan di Cilincing, Jakarta Utara, yang sering menyebabkan kecelakaan. (Afzal Nur Iman/detikcom)

After

Setelah dicat, visibilitas pembatas jalan ini lebih baik. Warna kuning-hitam terlihat kontras dengan aspal. Bila malam hari, lampu dari kolong tol ikut menerangi.

Pembatas jalan rawan kecelakaan di Jl Raya Cilincing, Kali Baru, Jakarta Utara kini dicat. 1 Maret 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)Pembatas jalan rawan kecelakaan di Jl Raya Cilincing, Kali Baru, Jakarta Utara kini dicat. 1 Maret 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)

3. Kecelakaan

Before

Sebelum dicat, warga menyampaikan pembatas jalan ini sering mengakibatkan kecelakaan tunggal. Soalnya, pengendara tidak melihat jelas pembatas jalan ini. Sepeda motor, mobil, dan truk pernah menjadi korban pembatas jalan ini.

"Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, sudah lebih dari lima kali kecelakaan, saya saksikan sendiri," kata warga setempat, Herwanto Bin Musa, dihubungi detikcom pada Jumat (26/2) pekan lalu.

Warga setempat bernama Aldi menyatakan frekuensi kecelakaan di lokasi cukup sering. "Sering itu kecelakaan, bisa itu sehari empat kali itu, iya kalau hujan," Kata Aldi saat ditemui di lokasi, Jumat (26/2) pekan lalu.

After

detikcom Do Your Magic menyambangi kembali lokasi pembatas jalan itu pada Selasa (2/3) kemarin, atau dua hari setelah pengecatan. Tidak ada lagi kecelakaan akibat pengendara menabrak pembatas jalan itu. Warna cat yang cerah membantu pengendara supaya lebih waspada.

"Jadi orang bisa ngelihat kalau itu pembatas, sedangkan kalau belum dicat itu kan dia warnanya hampir sama kaya jalanan, jadi orang ngiranya itu, itu bukan pembatas," ujar salah seorang warga bernama Rizal saat ditemui di lokasi, Selasa (2/3) kemarin.

Jl Raya Cilincing, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, kini pembatas jalannya dicat terang. 2 Maret 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)Jl Raya Cilincing, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, kini pembatas jalannya dicat terang. 2 Maret 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)

Warga lain bernama Kurniawan berpendapat sama. Mereka semua bersaksi belum ada kecelakaan usai pembatas jalan tersebut dicat cerah.

Pembatas Jl Raya Cilincing, 2 Maret 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)Pembatas Jl Raya Cilincing, 2 Maret 2021. (Afzal Nur Iman/detikcom)
Halaman

(dnu/tor)